News

Selusin Orang, Termasuk 3 Wanita, Dicambuk Taliban di Hadapan Ribuan Penonton di Stadion Sepak Bola

Selusin Orang, Termasuk 3 Wanita, Dicambuk Taliban di Hadapan Ribuan Penonton di Stadion Sepak Bola
Pejuang Taliban memegang bendera Imarah Islam Afganistan pada Agustus 2022 (Reuters)

AKURAT.CO  Selusin orang, termasuk tiga wanita, menerima hukuman cambuk dari Taliban, dengan eksekusi dilakukan di hadapan ribuan penonton di sebuah stadion sepak bola.

Laporan itu datang tak lama usai setelah Taliban mengkonfirmasi hukuman cambuk kepada 19 orang pada minggu lalu di provinsi Takhar.

Seorang pejabat Taliban mengatakan kepada BBC bahwa 12 orang itu bersalah atas 'kejahatan moral', termasuk perzinahan, perampokan dan hubungan seks sesama jenis. Hukuman terhadap kelompok ini tak ayal menandai kedua kalinya dalam sebulan, Taliban melakukan hukuman cambuk di depan umum.

baca juga:

Langkah itu juga telah menjadi sinyal bahwa Taliban mengulangi praktik ketatnya dalam menerapkan hukuman syariah, seperti yang terlihat selama pemerintahanan mereka sebelumnya pada tahun 1990-an.

Hukuman cambuk terbaru diketahui terjadi di wilayah Logar di Afganistan timur. Juru bicara Taliban untuk wilayah itu, Omar Mansoor Mujahid, mengatakan bahwa ketiga wanita yang ikut dicambuk telah dibebaskan setelah  menerima hukuman. Sementara beberapa pria dipenjara, katanya, tanpa merinci berapa banyak lelaki yang ditahan.

Pria dan wanita, masing-masing dari mereka menerima antara 21 hingga 39 cambukan. Jumlah cambukan maksimum untuk seorang terpidana adalah 39 kali, kata pejabat Taliban lainnya.

Pencambukan di provinsi Logar terjadi seminggu setelah pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, memerintah hakim untuk menegakkan hukuman atas kejahatan tertentu, yang sejalan dengan interpretasi Taliban terhadap hukuman syariah Islam. 

Meski Taliban belum secara resmi menetapkan jenis hukuman untuk kejahatan tertentu, interpretasi hukum Islam yang dimaksud termasuk eksekusi di hadapan umum, amputasi publik hingga rajam.

Selama periode pemerintahan 1996-2001, Taliban dikecam karena sering melakukan hukuman di depan umum, termasuk pencambukan dan eksekusi di stadion nasional di Kabul.

Setelah berhasil mengambil kembali kekuasaan pada Agustus 2021, Taliban sempat berjanji untuk memerintah secara lebih moderat. Namun, perintah pemimpin tertinggi Taliban telah menjadi tanda terbaru bahwa kelompok itu mengambil sikap lebih keras terhadap hak dan kebebasan warganya. Saat ini, kebebasan perempuan juga menjadi sangat dibatasi dan sejumlah wanita terbukti mendapatkan intimidasi hingga dipukuli karena menuntut hak mereka. []