Ekonomi

Seluruh Karyawan Twitter Kompak Resign Massal, Piye Elon Musk?

Seluruh Karyawan Twitter Kompak Resign Massal, Piye Elon Musk?
Logo Twitter dan foto Elon Musk ditampilkan melalui kaca pembesar dalam ilustrasi yang diambil Kamis (27/10) (Reuters/Dado Ruvic)

AKURAT.CO Sejak adanya ultimatum yang dikeluarkan oleh Elon Musk untuk bekerja dengan intensitas tinggi, banyak para karyawan hingga para pengguna Twitter memperkirakan platform sosial media ini akan tumbang dalam hitungan hari.

Bukan tanpa sebab, tawaran Musk untuk bekerja di Twitter ini banyak dikeluhkan oleh para karyawan sendiri. Musk memberikan dua pilihan kepada karyawannya, apakah tetap tinggal dengan beban kerja yang tinggi, atau pergi dari kantor untuk selamanya. Nampaknya, para karyawan Twitter memilih untuk pergi dan banyak yang mengatakan dari mereka bahwa pilihan tersebut adalah jalan terakhir.

Melansir dari Reuters, Jumat (18/11/2022), kepergian mereka menyisakan 3.000 karyawan Twitter yang tetap tinggal di perusahaan. Buntut dari kelakar ini menjadikan perusahaan yang sudah resmi punya Musk ini harus menutup kantor, dan bahkan seorang karyawan yang masih bekerja dalam kantor pun harus diusir secara paksa.

baca juga:

Lebih lanjut, banyak karyawan yang setuju untuk mengambil pengunduran diri dan mengambil opsi untuk pergi dari Twitter. Dalam jajak pendapat anonim, sekitar 42 persen dari 180 responden di Twitter setuju untuk keluar. Sedangkan seperempat dari yang lainnya memilih untuk tetap, dan hanya 7 persen dari peserta jajak pendapat mengatakan mereka untuk tetap bekerja.

Di sisi lain, 110 karyawan Twitter yang berada di empat benua lain, turut mengumumkan keputusan mereka yang akan melakukan resign secara massal. 

Namun pengunduran diri mereka tidak dapat di verifikasi secara independen, karena ada sekitar 15 orang yang tidak turut keluar yang mana mereka berasal dari divisi penjualan iklan. Hingga sampai saat ini, pihak Twitter tidak menanggapi permintaan komentar dan membalas pesan yang dikirimkan oleh Reuters. []

Sumber: Reuters