News

Selangkah Lagi Masuk Aliansi, Swedia dan Finlandia Mulai Proses Aksesi dengan NATO 

Swedia dan Finlandia juga diperkirakan akan mencabut pembatasan penjualan senjata ke Turki


Selangkah Lagi Masuk Aliansi, Swedia dan Finlandia Mulai Proses Aksesi dengan NATO 
Aksesi Finlandia dan Swedia ke NATO akan menandai salah satu perubahan terbesar dalam keamanan Eropa dalam beberapa dekade ( Yves Herman/Reuters)

AKURAT.CO, Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah menandatangani protokol aksesi untuk Finlandia dan Swedia.

Langkah itu terjadi pada Selasa (5/7), atau beberapa hari usai Turki mencetak momen sejarah dengan mencabut hak vetonya, mengizinkan kedua negara Nordik itu untuk masuk ke aliansi.

Dengan penandatanganan itu, Swedia dan Finlandia akan memulai jalan panjangnya untuk proses ratifikasi, dimana 30 anggota harus sepakat dengan suara bulat. Setelahnya, kedua negara itu harus mendapatkan persetujuan keanggotaan dari lembaga legislatif di masing-masing negara anggota.

baca juga:

Aksesi Finlandia dan Swedia ke NATO telah menandai salah satu perubahan terbesar dalam keamanan Eropa selama beberapa dekade terakhir. Ini juga semakin meningkatkan isolasi terhadap Rusia setelah invasinya ke negara tetangga Ukraina, yang dimulai pada Februari.

Pada Selasa, para duta besar NATO dan sekretaris jenderal Jens Stoltenberg berpose bersama dengan para Menteri Luar Negeri Swedia dan Finlandia yang mengangkat protokol yang telah ditandatangani. Momen itu kemudian disambut meriah dengan tepuk tangan.

"Terima kasih atas dukungan anda! Sekarang proses ratifikasi oleh masing-masing sekutu dimulai," tulis Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde di Twitter.

Sebagai mitra dekat, kedua negara telah menghadiri beberapa pertemuan yang melibatkan isu-isu yang langsung memengaruhi mereka. Sebagai undangan resmi, keduanya juga dapat menghadiri semua pertemuan para duta besar NATO meskipun belum memiliki hak suara.

Erdogan: Ancaman Turki masih berlaku

Kesepakatan untuk memasukkan Swedia dan Finlandia terjadi selama KTT NATO yang digelar pekan lalu di Madrid, Spanyol. Turki, yang sebelumnya getol menolak kedua negara, juga akhirnya luluh.

Sebelum berangkat ke Madrid, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memegang teguh pendiriannya, mengatakan Turki menginginkan tindakan, bukan kata-kata, untuk mengatasi kekhawatirannya. Ia juga menambahkan desakan kepada Washington agar Turki bisa membeli jet tempur F-16. 

Swedia dan Finlandia juga diperkirakan akan mencabut pembatasan penjualan senjata ke Turki.

Namun, bagaimanapun, parlemen Turki diprediksi masih akan menimbulkan masalah bagi inklusi terakhir duo Nordik sebagai anggota.

Pekan lalu, Erdogan memperingatkan bahwa Ankara masih dapat memblokir proses tersebut jika kedua negara gagal memenuhi permintaan untuk mengekstradisi tersangka 'terorisme' yang memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok Kurdi yang dilarang atau jaringan seorang pemimpin agama di pengasingan yang dituduh mendalangi sebuah kudeta gagal di Turki pada tahun 2016.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam responnya, tampak tidak mempermasalahkan masuknya Swedia-Finlandia ke aliansi. Namun, di saat bersamaan, penguasa Kremlin itu juga mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai 'ambisi kekaisaran' NATO. Komentar itu disampaikan pekan lalu, dimana Putin menuduh NATO berusaha untuk menegaskan 'supremasi' melalui konflik Ukraina.

"Dengan Swedia dan Finlandia, kami tidak memiliki masalah seperti yang kami miliki dengan Ukraina. Mereka ingin bergabung dengan NATO, silakan.

"Tetapi mereka harus memahami bahwa sebelumnya, tidak ada ancaman. Sementara sekarang, jika kontingen militer dan infrastruktur dikerahkan di sana, kita harus meresponsnya dan menciptakan ancaman yang sama untuk wilayah yang jadi sumber ancaman untuk Rusia," ucap Putin, seperti dikutip dari Al Jazeera. []