News

Selandia Baru Sahkan UU Cuti Keguguran, Bantu Wanita Bangkit usai Kehilangan Mendalam

Selandia Baru Sahkan UU Cuti Keguguran, Bantu Wanita Bangkit usai Kehilangan Mendalam


Selandia Baru Sahkan UU Cuti Keguguran, Bantu Wanita Bangkit usai Kehilangan Mendalam
Berkat UU yang baru disahkan, karyawan di Selandia Baru berhak cuti selama 3 hari setelah keguguran (Business Insider)

AKURAT.CO, Selandia Baru akan menjadi salah satu negara di dunia yang menawarkan cuti berkabung bagi pekerja yang mengalami keguguran. Mosi tersebut telah disetujui parlemen dengan suara bulat pada Rabu (24/3).

Berdasarkan undang-undang (UU) tersebut, karyawan di Negeri Kiwi akan punya hak cuti selama 3 hari setelah keguguran. UU itu akan berlaku jika telah mendapatkan persetujuan kerajaan usai melewati tahap terakhir di parlemen.

Meski begitu, Selandia Baru bukanlah negara pertama dengan aturan semacam itu. Sebelumnya, India mengizinkan perempuan cuti selama 6 pekan setelah keguguran.

"Meski bukan menjadi yang pertama, saya berharap kami tak akan menjadi yang terakhir. Saya juga berharap negara lain juga akan mulai membuat UU untuk sistem cuti yang penuh kasih dan adil yang mengakui rasa sakit dan kesedihan yang datang dari keguguran dan lahir mati," ungkap Ginni Andersen, anggota parlemen dari Partai Buruh yang memperkenalkan RUU ini, dilansir dari CNN.

Saat pembacaan RUU pada Rabu (24/3) malam, Andersen mengakui banyak pengusaha sudah memberikan cuti bagi karyawan yang mengalami keguguran. Namun, masih ada yang membuat karyawan menggunakan cuti sakit untuk menghadapi kehilangan mendalam tersebut.

"Itu tak berperasaan dan itu salah," ujarnya.

Menurutnya, UU baru ini akan membantu menghilangkan stigma seputar keguguran.

"Saya berharap UU ini akan membuat wanita merasa lebih nyaman membicarakan keguguran dan mudah menjangkau dukungan serta bantuan untuk kerugian fisik dan emosional yang sangat besar," tambahnya.

UU ini disahkan tanpa perbedaan pendapat. Anggota parlemen yang berpidato dalam debat terakhir pun dengan suara bulat memuji isi UU ini. []
Partai Buruh Jacinda Ardern memimpin mayoritas di parlemen Selandia Baru. Pemimpin negara tersebut juga telah lama menjadikan pemajuan hak-hak perempuan sebagai salah satu tujuan kebijakan utamanya.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co