Lifestyle

Selamatkan Korban Henti Jantung Mendadak, Letakkan AED di Tempat Umum Termasuk Kantor

Dengan adanya AED di tempat-tempat umum, kemungkinan bertahan hidup pasien henti jantung mendadak dapat meningkat hingga 75 persen


Selamatkan Korban Henti Jantung Mendadak, Letakkan AED di Tempat Umum Termasuk Kantor
Automated External Defibrillator (AED) atau defibrillator eksternal otomatis || Selamatkan korban henti jantung mendadak, letakkan AED di tempat umum termasuk kantor (Unsplash/P. L.)

AKURAT.CO  Henti jantung adalah hilangnya aliran darah ke seluruh tubuh secara tiba-tiba akibat jantung tidak mampu memompa darah secara efisien. Jika tidak segera diobati, serangan jantung mendadak dapat menyebabkan kematian.

Ya, henti jantung secara mendadak dapat menyerang siapa saja, di mana saja, kapan saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, etnis, maupun kebugaran fisik. Itulah sebabnya, pentingnya keberadaan Automated External Defibrillator (AED) atau defibrillator eksternal otomatis di tempat umum seperti tempat olahraga, pusat perbelanjaan, bandara, pesawat terbang, tempat kerja, pusat konvensi, hotel, sekolah serta lokasi di mana orang-orang memiliki risiko tinggi henti jantung. 

AED memastikan orang-orang di fasilitas umum siap menangani keadaan darurat jantung. Kehadiran AED memungkinkan korban henti jantung untuk menerima perawatan dengan cepat. Bahkan kemungkinan bertahan hidup pasien henti jantung mendadak dapat meningkat hingga 75 persen.

baca juga:

“AED yang dipasang di fasilitas umum seperti perkantoran, stasiun MRT, mall, pasar, ditambah dengan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang cara membantu pasien henti jantung mendadak dengan dipasangnya AED di tempat umum, diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat henti jantung mendadak di Indonesia," kata dr. Radityo Prakoso SpJP(K), FIHA, FAsCC selaku Ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam keterangan resminya kepada AKURAT.CO, Kamis (30/6/2022). 

Di lingkungan kantor, AED sebaiknya diletakkan di area yang strategis sehingga mudah diingat dan dijangkau seluruh karyawan. Salah satunya adalah ruang kerja, di mana terdapat risiko sengatan listrik atau sesak napas, pekerja dengan gangguan kesehatan hadir secara teratur, hingga sudah berusia 50 tahun. 

Selain itu, lokasi-lokasi lain yang membutuhkan AED adalah kantin/kafetaria dan ruang serbaguna, pusat kebugaran atau gym, klinik kantor maupun ruangan yang dituju para pekerja jika sakit. Selain itu, kantor keamanan publik juga membutuhkan AED. Pasalnya, mereka biasanya sudah dilatih secara khusus untuk menangani keadaan darurat medis.

AED juga disarankan diletakkan di meja depan atau pintu masuk utama. Sebab, orang yang menyaksikan henti jantung mendadak mungkin secara naluriah akan berlari ke meja depan untuk meminta bantuan. 

"Melalui kampanye 'Do More Than Wait', kami meminta organisasi dan pemangku kepentingan untuk melengkapi kotak P3K di tempat mereka dengan AED untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. AED juga bisa dipasang di kantor-kantor untuk memberikan perlindungan lebih bagi karyawannya,” jelas Esti Nurjadin selaku Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.

Ingatlah bahwa sasaran waktu respons dari korban ke AED dan kembali ke korban tidak boleh lebih dari tiga menit. Jadi, letakkan AED di lokasi yang strategis. Disarankan untuk menggunakan lemari penyimpanan AED serta papan petunjuk AED yang mudah dilihat dan dijangkau.

Para staf juga harus mengetahui lokasi AED, dan cara menggunakannya. Edukasi seluruh staf terkait protokol perusahaan untuk keadaan darurat jantung.