Tech

Selamat Tinggal, YouTube Go Resmi Disuntik Mati Google

YouTube Go pertama kali dikenalkan pada tahun 2016.


Selamat Tinggal, YouTube Go Resmi Disuntik Mati Google
Logo YouTube Go. (Play Store)

AKURAT.CO Youtube Go akhirnya resmi disuntik mati oleh Google. Aplikasi ini pun akhirnya hilang dari Google Play Store. Google sendiri beberapa waktu lalu sudah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menghentikan aplikasi ini.

Saat dicari melalui Play Store, pantauan tim Akurat.co, sudah tidak menemukan lagi versi ringan dari aplikasi YouTube ini. Yang masih ditemukan di Play Store, yakni aplikasi utama YouTube, YouTube Music, YouTube Studio, dan YouTube Kids.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Google sendiri telah mengumumkan kalau pihaknya akan menghentikan layanan aplikasi YouTube Go mulai Agustus 2022. Alasan suntik mati aplikasi YouTube Go adalah karena platform tersebut dinilai sudah tidak lagi diperlukan dan Google sudah melakukan optimalisasi untuk platform utama YouTube.

baca juga:

"Secara khusus kami telah meningkatkan kinerja untuk perangkat entry-level atau mereka yang menonton YouTube dengan jaringan lambat," kata YouTube, dikutip dari laman 9to5Google.

Perusahaan juga menyampaikan bahwa YouTube mempunyai pilihan yang dapat membantu penggunanya untuk bisa mengurangi penggunaan data seluler jika kuota internet mereka terbatas.

Selain itu, jika dibandingkan dengan YouTube Go, aplikasi utama YouTube menyediakan pengalaman pengguna yang lebih baik secara keseluruhan dan menawarkan fitur yang tidak tersedia dan banyak diminta di YouTube Go. 

Dengan demikian, kehadiran aplikasi  YouTube Go tidak dibutuhkan lagi karena sudah ada aplikasi utama yang lebih lengkap.

Aplikasi YouTube Go pertama kali dikenalkan pada tahun 2016. YouTube versi ringan ini dihadirkan sebagai solusi bagi daerah yang memiliki berbagai permasalahan. Mulai dari konektivitas atau jaringan internet yang tidak stabil, spesifikasi ponsel yang masih rendah, dan harga paket data yang cukup mahal.

Dengan menggunakan aplikasi YouTube Go, pengguna bisa melihat besarnya kuota data yang akan dihabiskan untuk satu konten. Selain itu, aplikasi ini juga bisa menginformasikan sisa kuota pengguna, sehingga penggunaannya dapat memperkirakan berapa konten lagi yang dapat dilihat dengan sisa yang ada.