Lifestyle

Selamat, Pustakawan Terbaik Indonesia Sudah Terpilih

Perpustakaan dan pustakawan bisa memainkan peran dalam meningkatkan daya saing manusia Indonesia


Selamat, Pustakawan Terbaik Indonesia Sudah Terpilih
Pemilihan Pustakawan Terbaik oleh Perpustakaan Nasional, secara daring (Dok. Perpusnas)

AKURAT.CO, Aktif menggelorakan semangat literasi, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyatakan selamat kepada enam pustakawan yang terpilih menjadi Pustakawan Terbaik oleh Perpustakaan Nasional dalam acara pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2020.

Pemilihan ini diikuti 32 pustakawan terbaik di Indonesia yang mewakili setiap provinsi. Proses pemilihan berlangsung pada 18-23 Oktober secara virtual meliputi tes kognitif, presentasi, sekaligus wawancara. Pengumuman pemenang dilakukan di Jakarta dan disiarkan secara daring pada Jumat (23/10).

Pustakawan asal DKI Jakarta, Eka Meifrina Suminarsih, terpilih sebagai juara pertama dalam lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2020. Pustakawan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ini mengusung inovasi Knowledge Management System.

Sementara juara kedua diraih Atin Istiarni (Jawa Tengah), pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang yang mengusung inovasi Kemas Ulang Informasi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (KUI KIMMI) dan juara ketiga diraih Rizka Pratiwi (Jawa Timur), pustakawan STKIP Al Hikmah Surabaya yang mengusung Laskar Literasi (Program Kolaborasi Pustakawan dan Mahasiswa Mewujudkan Masyarakat Berliterasi).

Juara harapan pertama diraih pustakawan Meri Susanti (Bengkulu) dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, juara harapan kedua diraih pustakawan Yosefa Silaen (Kalimantan Utara) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara, dan juara ketiga diraih Zulfa Kurniawan (DI Yogyakarta) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DIY.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, mengungkapkan selamat kepada juara dan para peserta. Menurutnya, seluruh peserta merupakan para pemenang, khususnya di bidang kepustakawanan dan berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai pustakawan. Karenanya, Syarif Bando kembali menekankan bahwa kreativitas dan inovasi harus terus dilakukan dan kembangkan.

Saat ini, daya saing SDM di Indonesia di wilayah Asia Tenggara (ASEAN) berada di peringkat keempat, di belakang Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bahkan dokumen Global Competitive Report 2019 yang diterbitkan World Economic Forum, menyimpulkan daya saing SDM Indonesia berada di posisi 50.

“Kekuatan Indonesia yang paling besar adalah pasarnya yang sangat besar dan ekonomi makro yang stabil. Pada indikator yang lain, Indonesia masih bisa untuk lebih berkembang. Kemudian laporan ini juga menerangkan bahwa Indonesia memiliki tingkat adaptasi teknologi yang cukup tinggi. Namun, kapasitas inovasi terbatas meski terus meningkat. Hal yang perlu kita cermati adalah pasar yang besar, adaptasi teknologi dan kapasitas inovasi,” jelasnya.

Menurut Syarif, perpustakaan dan pustakawan bisa memainkan peran dalam meningkatkan daya saing manusia Indonesia. Perpustakaan harus mampu merangsang kreativitas dan inovasi masyarakat di sekitarnya. Ini bisa dilakukan melalui program yang diusung Perpusnas, yakni transformasi perpustakaan. Perpustakaan harus bisa menjadi sumber informasi, tempat untuk berdiskusi dan bertumbuh, serta perpustakaan harus menyediakan alat-alat untuk mendukung kreativitas.

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu