Ekonomi

Selamat! Margo Yuwono Dilantik Jadi Kepala BPS Baru

Menteri PPN Suharso melantik Margo Yuwono jadi Kepala BPS menggantikan Suhariyanto yang telah memasuki masa pensiun.


Selamat! Margo Yuwono Dilantik Jadi Kepala BPS Baru
Margo Yuwono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru. Ia menggantikan Suhariyanto yang telah memasuki masa pensiun.

AKURAT.CO, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melantik Margo Yuwono sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menggantikan Suhariyanto yang telah memasuki masa pensiun.

Pelantikan ini sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 79/TPA/2021 tentang pemberhentian dari jabatan pimpinan tinggi utama dan madya dan pengangkatan jabatan tinggi utama di lingkungan BPS.

"Dengan ini, secara resmi melantik Saudara (Margo Yuwono) dalam jabatan yang baru di lingkungan BPS. Saya percaya bahwa Saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab," kata Suharso dalam acara pelantikan yang digelar secara virtual, Jumat (25/6/2021).

Suharso berharap Margo dapat menjalankan tugas sebagai Kepala BPS dengan penuh amanah dan mampu melaksanakan peraturan perundang-undangan demi pertumbuhan dan perkembangan BPS yang kredibel.

Ia menuturkan pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia berharap BPS dapat terus terus meningkatkan kiprahnya dalam menghasilkan data yang berkualitas dan terpercaya.

Menurutnya, keberadaan data yang akurat, objektif, cepat dan kredibel di era digitalisasi menjadi sangat penting karena pemerintah harus mengambil kebijakan secara cepat dan tepat sasaran sejak tahap perencanaan pelaksanaan hingga pengawasan.

Terlebih lagi, ia mengatakan di masa pandemi COVID-19 maka pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha memerlukan data yang berkualitas serta aktual disertai analisis yang baik.

Suharso pun mengingatkan, tantangan BPS ke depan kian besar seiring adanya tuntutan peningkatan data yang berkualitas dan beragam. "Primary concern dari para responden juga menjadi tantangan yang perlu disikapi dengan responsif," tegasnya.

Hal tersebut harus diantisipasi mengingat adanya kasus kebocoran data atau jual beli data pribadi yang tersebar di media massa sehingga sangat meresahkan masyarakat meskipun kejadian ini bukan terjadi di BPS.