News

Selama Tahun 2021, KKP Tangani 23 Kasus Bom Ikan dan Tangkap 95 Orang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sepanjang tahun 2021, pihaknya telah menangani 31 kasus kasus penangkapan ikan dengan cara merusak habitatnya.


Selama Tahun 2021, KKP Tangani 23  Kasus Bom Ikan dan Tangkap 95 Orang
Empat pelaku pengeboman ikan diapit dua petugas KKP (paling kiri dan paling kanan) (Tangkapan layar Youtube PSDKP)

AKURAT.CO,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sepanjang tahun 2021, pihaknya telah menangani 31 kasus kasus penangkapan ikan dengan cara merusak habitatnya. 

Dari 31 kasus yang ditangani itu, 23 kasus diantaranya terkait pengeboman ikan, 4 kasus terkait penangkapan ikan menggunakan penyetruman, dan 4 kasus penggunaan racun ikan. 

"Dalam penanganan kasus-kasus tersebut, total 95 orang pelaku diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar Direktur Pengawasan, Pengelolaan Sumber Daya Kelautan KKP, Halid K. Jusuf dalam keterangan tertulis, Senin (20/9/2021). 

Dia mengatakan, pihaknya terus melakukan peningkatan upaya penanganan destruktif fishing tersebut. Selain melakukan langkah-langkah penegakan hukum, upaya preventif juga terus didorong dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan bom ikan.

Sebab, penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan justru merusak ekosistem biota laut untuk jangka panjang. Pada akhirnya, aktivitas ilegal itu justru akan merugikan masyarakat itu sendiri. 

Lebih lanjut, Halid menjelaskan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan aparat terkait dengan upaya pemberantasan destruktif fishing termasuk diantaranya menggandeng pemerintah daerah. 

"Selain enforcement kami juga mencoba mencegah dengan program-progran penyadartahuan dan peningkatan pemahaman," katanya

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal PSDKP Laksamana Muda Adin Nurawaludin mengatakan agenda pemberantasan pengeboman ikan itu terus diintensifkan oleh Ditjen PSDKP KKP. Baru-baru ini, pihaknya juga telah menangkap tiga pelaku untuk kasus serupa di Perairan Morowali, Sulawesi Tengah pada Senin (32/8/2021). Dalam penangkapan itu, pihaknya mengamankan 20 kilogram bom ikan siap pakai dari tiga pelaku. 

Adin mengapresiasi keberanian masyarakat melaporkan adanya aktivitas tangkap ikan menggunakan bom itu. Berbekal informasi itulah petugas memburu dan menangkap para pelaku destruktif fishing itu. Dia mengatakan, partisipasi masyarakat itu membutikan partisipasi masyarakat dalam pengawasan. 

"Hal ini yang kedepan akan terus kami dorong. Kami rasa penting kehadiran masyarakat dalam proses pengawasan khususnya untuk kasus-kasus destruktif fishing ini," ungkapnya.[]

Sumber: Kementerian KKP, kasus penangkapan ikan, kerusakan ekosistem