News

Selama PSBB 707 Ribu Kendaraan di Bodetabek Masih Lalu Lalang di Jakarta


Selama PSBB 707 Ribu Kendaraan di Bodetabek Masih Lalu Lalang di Jakarta
Suasana Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan yang sepi di Jakarta, Minggu (26/4/2020). Pascaditetapkannya larangan mudik oleh pemerintah, Terminal Kampung Rambutan dan sejumlah terminal di Jabodetabek menghentikan operasional terminal bus AKAP dan hanya memperbolehkan angkutan dengan rute dalam kota. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan setempat mencatat pergerakan kendaraan dari Bogor Depok Tangerang Bekasi (Bodetabek) menuju Jakarta masih tinggi selama diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk meredam penularan Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya bahkan mencat sebanyak 707 ribu kendaraan dari wilayah Bodetabek masih bolak balik wilayah Jakarta setiap hari.

"Pergerakan kendaraan dari luar ke Jakarta ada 707 ribu," kata Syafrin saat dihubungi Selasa (5/5/2020).

Dia tak menampik kalau angka itu masih terlalu tinggi untuk ukuran aturan Pembatasan sosial ini. Dengan angka itu bisa disimpulkan bahwa mobilitas masyarakat di Jakarta ditengah pandemi masih tinggi.

"Pergerakan kendaraan masih cukup tinggi,"ucapnya.

Syafrin mengaku pihaknya terus berupaya  untuk menekan jumlah kendaraan yang masuk Jakarta ini dengan lebih giat lagi malakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami lakukan upaya penekanan yang tinggi dan sosialisasi, untuk pembatasan kendaraan pribadi," tandasnya.

Penggunaan kendaraan  pribadi memang tak dilarang dalam peraturan Gubernur (Pergub) nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB untuk menekan penyebaran Covid-19 di Ibu Kota Jakarta. 

Walau tidak dilarang, pengguna kendaraan pribadi wajib mentaati protokol kesehatan Covid-19 salah satunya dengan pemangkasan jumlah penumpang sebesar 50 persen  untuk kendaraan pribadi roda empat demi menjaga jarak aman. []