Tech

Selama Pandemi, Operator Seluler Gelontorkan Rp3 Triliun


Selama Pandemi, Operator Seluler Gelontorkan Rp3 Triliun
Paket Bebas Akses ilmupedia: Telkomsel menggandeng beberapa aplikasi e-learning untuk menghadirkan Paket Bebas Akses ilmupedia 30GB tanpa biaya bagi seluruh pelajar di Indonesia untuk membantu mereka melakukan aktivitas belajar mandiri jarak jauh dengan nyaman.  (Istimewa)

AKURAT.CO, Selama pandemi COVID-19 merebak di Indonesia, membuat para penyelenggara telekomunikasi yakni operator seluler harus menggelontorkan dana hingga Rp3 triliun untuk menjamin ketersediaan jaringan tetap stabil serta mendukung masyarakat berkegiatan dari rumah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ririek Ardiansyah selaku Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) dalam diskusi Tik Talk bersama Wantiknas via live streaming.

"Kira-kira value untuk mempersiapkan hal itu (layanan telekomunikasi) sebanyak 3 T di mana 2 T itu dilalukan oleh Telkom Grup atau Telkomsel," katanya, Kamis (9/4/2020).

baca juga:

Lebih lanjut, Ririek menyebut bahwa jumlah dana yang dikeluarkan tersebut meliputi ketersediaan bandwith yang maskimal serta pemberian paket khusus untuk masyarakat yang belajar dari rumah, dan bekerja dari rumah.

Dirinya juga mengatakan bahwa pola konsumsi masyarakat Indonesia selama pandemi belakangan ini mengalami perubahan yang membuat para penyedia jaringan atau operator seluler harus melakukan investasi.

"Pola masyarakat pada penggunaan layanan telekomunikasi ini berubah, kami di operator harus melakukan penyesuaian, kami juga harus ada investasi tambahan untuk menambah kapasitas dan bandwith di daerah tempat tinggal," tambahnya.

"Adanya paket data khusus sehingga dapat membantu masyarakat untuk sekolah dan belajar dari rumah, bagi pelajar dan mahasiswa, sudah ada ratusan kampus yang terdaftar dalam paket tersebut," kata Ririek menambahkan.

Di akhir, dirinya menyebutkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh industri telekomunikasi agar bisnisnya tetap terjaga selama pandemi ini dan harus didukung oleh seluruh lapisan yang menggunakan layanannya.

"Pertama, harga layanannya terjangkau dan mampu dibeli masyarakat, perusahaannya harus bisa bertahan atau sustain, kalau harganya terlalu murah itu operator tidak akan sustain, terakhir, layanan Telco harus tersedia secara merata untuk seluruh masyarakat di manapun berada," pungkas Ririek.