Tech

Selama Musim Lebaran, Trafik Data di Jabodetabek Menurun 8 Persen


Selama Musim Lebaran, Trafik Data di Jabodetabek Menurun 8 Persen
XL Axiata di Jakarta. (AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia)

AKURAT.CO Pada masa mudik dan libur hari raya, sejumlah operator telekomunikasi menyebut terjadi lonjakan trafik data di titik-titik tertentu. XL Axiata mengungkapakan  wilayah Jabodetabek justru menurun sebesar delapan persen. Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengungkap, trafik layanan data XL meningkat hingga 57 persen dibanding lebaran tahun lalu.

Lonjakan tertinggi, kata Yessie, tertinggi terjadi di provinsi Jawa Barat dan Lampung, yakni meningkat 43 persen selama periode lebaran dan 38 persen dihari biasa. Untuk Jawa Tengah dan Yogyakarta, layanan trafik data naik antara 10 hingga 25 persen. Sebaliknya, di wilayah Jabodetabek menurun 8% selama lebaran 2019.

"Seiring dengan adanya arus mudik dan balik, trafik di area-area sepanjang jalan tol Trans Jawa juga naik cukup signifikan, yaitu sekitar 6% dibandingkan hari normal di luar masa mudik," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat, Senin (10/6/2019).

Area yang mengalami peningkatan signifikan di antaranya pusat perbelanjaan sekitar 6 persen, lokasi wisata 9 persen, bandara 5 persen dan stasiun kereta dengan rata-rata 12 persen, kata Yessie.

XL mengklaim pihaknya telah berhasil melewati masa krusial lebaran yakni pada H-1 hingga H+1 hari raya yang menjadi periode melonjaknya trafik penggunaan data.

Pada hari H lebaran, Yessie menyebut layanan datanya meningkat hingga 24 persen dibanding hari biasa. Secara rinci, trafik penggunaan layanan pesan instan seperti WhatsApp dan Line meningkat sebesar 48 persen. 

Sedangkan, jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter naik 17 persen. Instagram berkontribusi tinggi dalam peningkatan trafik, yakni sebesar 35 persen.

Selain itu, pada periode mudik layanan hiburan seperti Spotify naik 8 persen dan Netflix 77 persen. Lebih lanjut pada layanan streaming video dan akses gim juga meningkat, masing-masing sebesar 22 persen dan 15 persen.

Adapun layanan SMS juga mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibanding hari biasanya. Sementara pada layanan panggilan biasa cenderung menurun.

Menurut Yessie hal tersebut karena adanya perubahan perilaku pengguna yang beralih ke layanan data internet.

“Satu hal yang paling krusial dalam menyediakan layanan selama libur Lebaran setiap tahun adalah bagaimana kita bisa menyediakan layanan berkualitas," ungkapnya.[]