News

Selama Larangan Mudik, 56 Penumpang Bus AKAP Dinyatakan Reaktif COVID-19

Sebanyak 56 orang yang reaktif corona via pemeriksaan Genose.


Selama Larangan Mudik, 56 Penumpang Bus AKAP Dinyatakan Reaktif COVID-19
Suasana di terminal Kalideres (Ikhwan Fajar Ramadhan)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menemukan sejumlah pemudik yang reaktif COVID-19 versi testing  Genose di sejumlah terminal bus Ibu Kota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan selama periode larangan mudik dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, sebanyak 56 orang yang reaktif corona via metode pemeriksaan Genose dari 5051 pemudik.

"Hasil pemeriksaan kami sampai tanggal 17 Mei kemarin total yang diperiksa itu 5.051 penumpang, yang positif itu 56 orang," kata Syafrin ketika dikonfirmasi Selasa (18/5/2021).

Dari puluhan pemudik yang terindikasi terpapar wabah mematikan, tiga orang diantaranya adalah pemudik yang masuk ke Jakarta pada arus balik Lebaran ini.

Sisanya adalah pemudik yang keluar Jakarta. Mereka yang reaktif versi Genose ini kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR.

"Dari satu kendaraan. Prinsipnya seluruh penumpang kami test," tuturnya.

Syafrin menyebut untuk pemudik yang balik ke Jakarta semuanya di tes COVID-19 di terminal. Hal ini berbeda metode pemeriksaan di perbatasan di pintu keluar masuk Jakarta bagi pengguna kendaraan pribadi yang hanya dites secara acak. 

"Semua penumpang yg turun di terminal , pulogebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung priok, semua penumpang yang turun di sana  itu langsung dilakukan pemeriksaan rapid test antigen dan genose,"ucapnya.

Dia menegaskan, jika dalam satu bus AKAP ditemukan satu penumpang yang reaktif corona versi Genose, maka semua penumpang di dalam bus ikut diperiksa walau mereka sudah membaca surat bebas COVID-19.

"Jika salah satu penumpang di bus reaktif atau positif hasil GeNose maka seluruh penumpang di situ kami tes. walaupun membawa hasil rapid test negatif," tutupnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co