News

Selama Jadi Pimpinan KPK, Harta Kekayaan Lili Pintauli Naik Rp664 Juta Jadi Segini...

Total harta kekayaan yang dimiliki Lili Pintauli Siregar per Desember 2021 mencapai Rp2,227 miliar.


Selama Jadi Pimpinan KPK, Harta Kekayaan Lili Pintauli Naik Rp664 Juta Jadi Segini...
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar akan menjalani sidang dugaan pelanggaran kode etik pada Senin (11/7/2022). 

Seperti diketahui, seharusnya, Lili menjalani sidang kode etik pada tadi pagi. Namun, Lili tidak bisa menghadiri sidang karena sedang di Bali.

Pimpinan lembaga anti rasuah tersebut bakal disidang etik lantaran diduga menerima sejumlah fasilitas dan tiket nonton MotoGP Mandalika 2022 beberapa waktu lalu.

baca juga:

Lantas, berapa harta kekayaan Lili Pintauli Siregar?

Berdasarkan data yang dikutip AKURAT.CO dari laman resmi elkhpn.go.id, Jakarta, Selasa (5/7/2022), total harta kekayaan yang dimiliki Lili per Desember 2021 mencapai Rp2,227 miliar.

Diketahui Lili telah menjabat sebagai salah satu komisioner di lembaga anti rasuah selama tiga tahun.

Berdasarkan laporan pertama harta kekayaannya saat awal menjabat, Lili miliki harta kekayaan mencapai Rp1,563 miliar. Sehingga, angka tersebut meningkat Rp664 juta atau 42 persen selama ia menjabat sebagai pimpinan KPK.

Dari total kekayaan yang ia miliki, Lili memiliki tiga bidang tanah di lokasi Tangerang Selatan dan Deli Serdang dengan total aset mencapai Rp2 miliar.

Kemudian, Lili memiliki alat transportasi yakni dua unit mobil dan tiga unit sepeda motor dengan total aset mencapai Rp727 juta.

Tak hanya itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp40 juta, kas dan setara kas Rp200 juta, harta lainnya Rp110 juta.

Dalam data tersebut, Lili tercatat memiliki utang hingga Rp850 juta. Dengan begitu sub total kekayaan yang Lili miliki mencapai Rp2,227 miliar.

Sebagai informasi, Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda persidangan kode etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di kasus dugaan penerimaan tiket MotoGP Mandalika. Penundaan dilakukan karena Lili tidak hadir dalam persidangan perdana ini.

"Ya, benar (ditunda)," ucap Ketua Dewas KPK Tumpak Panggabean di Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2022).

Tumpak mengonfirmasi Lili tidak bisa menghadiri sidang karena sedang di Bali.

"Ada surat dari pimpinan (KPK) yang menyatakan yang bersangkutan (Lili Siregar) berhalangan hadir (karena) dinas ke Bali menghadiri G20," katanya.

Tumpak menyampaikan sidang etik akan digelar kembali pekan depan.

"Majelis telah menunda sidang untuk dilanjutkan kembali hari Senin, 11 Juli 2022, jam 10," jelasnya.

Dalam perkara ini, Lili bersama 10 orang rombongannya dilaporkan menerima tiket MotoGP Mandalika secara gratis. Lili disebut juga menerima akomodasi hotel dengan total nilai sekitar Rp90 juta dari Pertamina.

Koran Tempo edisi Sabtu 2 Juli 2022, menulis di tengah proses pemeriksaan kasus etik, Lili dibantu sejumlah pihak dari Pertamina diduga berupaya menyuap Dewas. Mereka disebut mengumpulkan dana sebesar 200 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp3 miliar agar laporan tidak masuk ke tahap sidang kode etik.

Dikutip dari Tempo.co, suap itu diberikan agar Dewas KPK mau menerima skenario yang telah disiapkan Lili dan koleganya. Mereka membuat cerita seakan-akan Lili tidak menerima fasilitas berupa tiket dan kamar hotel dari Pertamina, melainkan Lili membelinya dengan uang pribadi ke Pertamina.

Tak hanya itu, setelah Dewas KPK memutuskan membawa kasus ini ke sidang kode etik, Lili dikabarkan mengajukan surat permohonan pengunduran diri. Kabar pengunduran diri ini belum dikonfirmasi oleh Lili maupun KPK. []