News

Selain Wajib Vaksin, Anies Batasi Jumlah Orang yang Makan di Warteg Cuma 3 Orang Saja

Kalau melanggar akan kena sanksi


Selain Wajib Vaksin, Anies Batasi Jumlah Orang yang Makan di Warteg Cuma 3 Orang Saja
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatasi jumlah pengunjung warung Tegal (Warteg) yang hendak makan di tempat.

Anies menegaskan, jumlah warga yang diperkenankan makan di warung  nasi murah meriah  itu hanya boleh tiga orang saja dalam waktu yang bersamaan.

Peraturan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 966 Tahun 2021 Tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 yang ditandatangani Anies Baswedan pada 3 Agustus 2021 lalu.

Dalam Kepugub itu disebutkan pembatasan itu tidak hanya berlaku bagi pengunjung warteg, tetapi juga berlaku bagi lapak jajan, warung  kaki lima dan sejenisnya, Selain  adanya pembatasan jumlah  orang yang makan, durasi makan di tempat  juga dibatasi hanya 20 menit saja.

"Maksimal pengunjung makan di tempat tiga orang dengan waktu makan maksimal 20 menit dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," kata Anies dalam Kepgub yang dikutip AKURAT.CO Jumat  (6/8/2021).

Tidak hanya itu, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu  menegaskan baik  pengunjung maupun pegawai tempat makan  itu  harus sudah divakasin, jika tidak bakal ditindak jika kedapatan  melanggar

"Pekerja dan pengunjung telah divaksin," tuturnya.

Terkait jam operasional tempat makan ini Anies Baswedan juga masih melakukan pembatasan hingga waktu tertentu saja, baik untuk melayani pelanggan  yang makan di tempat atau mereka yang hanya membeli dan membawa pulang ke rumahnya masing-masing.

"Jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB," tegasnya.

Kemudian bagi restoran atau kafe dengan lokasi yang berada di dalam gedung atau toko tertutup baik berada di lokasi sendiri maupun berada di  dalam pusat perbelanjaan tak diperkenankan membuka layanan makan di tempat.

"Hanya menerima delivery atau take away dan tidak makan di tempat atau (dine in),"  katanya lagi.

Sebelumnya, dalam Kepgub yang sama, Anies Baswedan menegaskan, warga yang berkegiatan di luar rumah wajib divaksinasi.  Dengan adanya peraturan itu, maka rencana Anies  Baswedan yang memberlakukan peraturan ini yang disampaikannya beberapa hari lalu, bukan sekedar gertak sambal.

"Selama masa pemberlakuan PPKM Level 4, setiap orang yang melakukan aktivitas pada tiap - tiap sektor / tempat harus sudah divaksin Covid -19 minimal vaksin dosis pertama," tuturnya.

Peraturan wajib vaksinasi ini dikecualikan bagi kelompok masyarakat tertentu seperti mereka yang baru pulih dari paparan corona hingga mereka yang punya penyakit bawaan yang memang  belum bisa diimunisasi. Kelompok masyarakat ini wajib membuktikannya dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter.

"Kecuali bagi warga yang masih dalam masa tenggang tiga bulan pasca   terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti kerangan dokter dan anak - anak usia kurang dari 12 tahun," tegasnya.

Masyarakat yang belum tervaksin jangan harap bisa lolos dari pantauan petugas atau mengelabui petugas dengan membuat keterangan palsu, sebab data  warga yang telah divaksin akan di input di aplikasi Jakarta Kini (JaKI) untuk memudahkan petugas melakukan pengecekan. Cara pengecekannya adalah  dengan memasukkan nama dan NIK, jika berwarna merah, maka warga tersebut jelas belum tervaksin dan tak diperkenankan keluar rumah selama masa pembatasan ini.

"Masyarakat yang telah divaksin dibuktikan dengan status telah divaksin pada aplikasi JaKi atau sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan oleh pedulilindungi.id,"  tuntasnya. []