News

Selain Usul Jadi Ketum NasDem, Tujuh DPW Usulkan Surya Paloh Maju Capres 2024

Selain Usul Jadi Ketum NasDem, Tujuh DPW Usulkan Surya Paloh Maju Capres 2024
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Johnny G Plate memberikan materinya saat menjadi pembicara dalam forum diskusi fraksi Nasdem di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2019). Dalam diskusi ini mengambil tema Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Revisi Undang-undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) telah memberikan usulannya dalam Kongres II Partai NasDem untuk meminta Surya Paloh kembali memimpin NasDem periode 2019-2024.

Selain usulan kembali memimpin NasDem, ada tujuh DPW yang mengusulkan agar Surya Paloh maju menjadi Calon Presiden (Capres) dari NasDem di Pilpres 2024.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan, hal tersebut dikarenakan penilaian dari DPW bahwa kepemimpinan Surya Paloh periode 2013-2019 dinilai berhasil karena telah dua kali memenangkan Pilpres.

baca juga:

Selain memenangkan Pilpres, DPW juga mengapresiasi kenaikan jumlah kursi di DPR RI dari Fraksi NasDem dari semula pada tahun 2014 berjumlah 36 menjadi 59 kursi di Pileg 2019. Selain itu, kepemimpinan Surya Paloh dinilai sukses, di tiga kali gelaran Pilkada serentak.

"DPW-DPW mengusulkan kembali Pak Surya Paloh sebagai calon ketua umum tahun 2019-2024. Ada tujuh diantara DPW-DPW juga mengusulkan sebagai calon presiden tahun 2024," ujar Johnny, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Namun, Johnny menyebut agenda pembahasan calon presiden tidak ditetapkan dalam empat rapat pleno.

"Maka rapat pleno ini hanya menampung saja, selanjutnya pembicaraan akan berkembang di rapat komisi dan rapat pleno selanjutnya besok," kata dia.

Saat dikonfirmasi mengenai jumlah pasti DPW yang mengusulkan Paloh untuk menjadi calon presiden, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu menyebut tidak mengetahui secara pasti, dan hanya mengingat beberapa saja.

"Saya tidak hapal, yang saya ingat itu NTT yang pertama menyampaikan. Jambi, NTB, kalau tidak salah Banten lalu Gorontalo ada beberapa lagi," ucap tukas Johnny. []