Rahmah

Selain Usaha Maksimal, ini Doa Khusus untuk Bisnis yang Disebut dalam Al-Qur'an

Bisnis dalam Islam sangat penting.


Selain Usaha Maksimal, ini Doa Khusus untuk Bisnis yang Disebut dalam Al-Qur'an
Ilustrasi bisnis (Pixabay/FirmBee)

AKURAT.CO Zaman yang semakin maju dan modern membuat banyak orang membangun bisnis. Lahirnya sosial media dan internet ikut mendukung kegiatan bisnis yang dapat dilakukan oleh siapapun dan di manapun.

Berdasarkan penjelasan Griffin dan Ebert, bisnis adalah sebuah lembaga atau organisasi yang menyediakan atau menghasilkan barang atau jasa dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Bisnis dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok. Kegiatan bisnis yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mengalami perkembangan, sehingga keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak.

baca juga:

Sebagai orang Islam kita meyakini bahwa untuk mendapatkan kesuksesan kita tak hanya bermodalkan usaha, tetapi juga doa. Doa penting untuk keberkahan dalam setiap apa yang kita lakukan.

Salah satu doa yang dapat dipanjatkan untuk melancarkan urusan bisnis adalah Al-Qur'an Surat Al Maidah ayat 114:

قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

Qāla ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

Artinya: “Isa putra Maryam berdoa, ‘Ya Tuhan kami, turunkan lah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”

Selain itu, ada pula doa Nabi Sulaiman dalam meminta kekayaan. Doa usaha lancar itu Allah firmankan dalam Quran surat Shod ayat 35 yang berbunyi sebagai berikut:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb