Lifestyle

Selain Terapi Stem Cell, Ada Cara Baru Tuk Bikin Awet Muda


Selain Terapi Stem Cell, Ada Cara Baru Tuk Bikin Awet Muda
Salmon Ovary Paptide Hadir di Indonesia (AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati)

AKURAT.CO, Tak bisa dihindari, proses menua pasti datang. Setiap hari, ada milyaran sel-sel dalam tubuh yang mati, dan tubuh secara alami menggantikan sel-sel yang mati tersebut dengan yang baru.

Tetapi seiring bertambahnya usia, tidak semua sel yang mati tersebut dapat digantikan dengan sel yang baru. Ada saatnya dimana tubuh tak mampu lagi meregenerasi sel-sel yang mati.

Dr. Trevino Aristarkus Pakasi, FS, MS, PhD, Sp.DLP, FISPH, FISCM, mengatakan, perhentian regenerasi sel biasanya sudah dimulai sejak usia 18 tahun. Lambat laun, ketidakbisaan sel melakukan regenerasi akan membuat penyakit atau gangguan kesehatan bermunculan.

Namun beberapa tahun lalu, terapi stem cell disebut-sebut menjadi terobosan baru dalam dunia medis, yang dapat menjadi solusi agar sel-sel yang mati dapat diperbarui kembali.

Manfaat dari terapi stem cell memang bukan isapan jempol belaka. Dokter Trevino juga mengatakan, dengan prosesnya memasukan sel-sel muda masuk dalam tubuh, sel membelah diri, kemudian sel tersebut akan mengganti sel-sel mati hingga menjadi penyembuh jaringan yang sudah rusak.

"Sayangnya, terapi stem cell bukan terapi yang bisa dibilang terjangkau oleh kebanyakan orang di Indonesia," katanya kepada AkuratHealth, di Kantor AFC Indonesia, Jakarta Barat, Rabu, (28/8). 

Kalau masih ingat, sekitar tahun 2017, salah satu Diva Indonesia, Krisdayanti, heboh dikabarkan menjalankan terapi stem cell yang dianggapnya sebagai teknologi terbaru untuk dapat membuatnya awet muda.

Salah satu yang membuat heboh pada saat itu adalah karena untuk melakukan terapi tersebut, KD dikabarkan harus merogoh kocek hingga 200 juta untuk sekali pengerjaan.

Tak hanya mahal, pengerjaan stem cell juga bisa dikatakan harus melalui proses yang tidak mudah. Stem cell yang akan dimasukkan ke dalam tubuh tidak bisa diterima dari asal pendonor.

Karena, stem cell harus benar-benar sama dengan tubuh Anda. Sedangkan, walaupun kembar, sel setiap orang berbeda-beda.

Maka biasanya, stem cell tersebut juga diambil dari tubuh Anda sendiri. Sel diambil melalui proses alat seperti suntikan yang dimasukan dalam tubuh, dikembangbiakkan di lab, dan di masukan kembali ke tubuh.

Sehingga, terapi stem cell di pasaran saat ini masih dikenal mahal, sakit, sulit pengerjaanya, dan tidak stabil karena ada sel yang berhasil dapat meregenerasi sel mati kembali baru, ada yang tidak.

Kabar baiknya, berjalanya waktu, dengan kecanggihan teknologi, Profesor Tadashi Eto yang merupakan salah satu ilmuwan terkemuka dari Nippon Barrier Free, bersama para ahli dari AFC Life Science, melakukan penelitian.

Hasil dari penelitian tersebut menghasilkan produk Salmon Ovary Peptide atau Marine Placenta, yang diklaim dapat menjadi salah satu altetnatif dari terapi stem cell di dunia.

Dan, informasi tak kalah pentingnya, produk buatan Jepang ini kini hadir di Indonesia. Dengan Marine Placenta, Anda tidak perlu melalui proses yang sakit, dan harga sangat jauh lebih terjangkau.

Untuk kamu yang ingin mengenal lebih dalam tentang apa itu Salmon Ovary Peptide atau Marine Placenta. AkuratHealth akan membahasnya, dalam artikel selanjutnya.

Pantau terus, ya![]