News

Selain Serobot Lahan Warga, Aktifitas Penambangan PT KBPC Diduga Ilegal

Sengketa Lahan, Warga Bungo Tutup Jalan ke Areal Tambang PT KBPC dengan Kawat Berduri


Selain Serobot Lahan Warga, Aktifitas Penambangan PT KBPC Diduga Ilegal
Ribuan Warga Rantau Pandan, Kabupaten Bungo demo di jalan akses utama jalan tambang PT KBPC (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Ribuan warga Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, kembali menggelar aksi demo menolak keberadaan perusahaan tambang yang diduga melakukan illegal mining dan juga menyerobot tanah meraka. Massa menutup jalan mulut tambang, tepatnya di RT 19, Desa Sungai Pandan.

Dari rilis yang diterima redaksi, Sabtu (10/4/2021), sekitar pukul 11.30 WIB, massa sempat ditahan pihak keamanan agar tidak melakukan aktifitas tersebut dan menempuh jalur mediasi.

Namun, warga tetap ingin melakukan apa yang sudah disepakati bersama menutup jalur di mulut tambang. Aparat kepolisian pun tidak kuasa melarang dan warga pun berhasil menutup jalan mulut tambang PT. KBPC dengan kawat berduri dan sepanduk yang sengaja dicetak sebagai alat peraga demo.

Warga menyebut, perusahaan tambang PT KBPC sudah meyerobot lahan dengan cara menggandakan sertifikat tanah milik warga.

"Banyak tanah masyarakat yang diserobot Samsudin. Sudah Kayo, tapi masih jugo nak nindas masyarakat kecil," kata warga.

Selain itu, warga menambahkan jika PT KBPC tidak ada manfaatnya kepada masyarakat sekitar apalagi mobil mobil yang besar besar melintas. Bahwa warga menduga perusahaan tersebut tidak jelas izinnya 'illegal Mining' untuk melakukan pekerjaan penambangan.

Sebab lokasi tambang batu bara milik PT NTC yang sudah ditutup izinnya 2015, saat ini diduga menggunakan izin PT Brassu oleh PT KBPC untuk menambang.

"PT KBPC ini mengeruk di IUP NTC jadi warga disekeliling tambang merasa dirugikan, bahkan kalau menurut saya bukan hanya masyarakat Kabupaten Bungo saja tapi juga negara indonesia juga dirugikan" tambahnya.

Menurut informasi, masalah perizinan PT KBPC bekerja di wilayah yang bukan izinnya dia, yaitu Brassu dimana PT Brassu itu tidak ada potensi batu bara.

"Jadi disini saya menyampaikan, masalah perizinan PT KBPC bekerja di wilayah yang bukan izin dia bekerja, memakai PT Brassu sementara Brassu tidak ada potensi batu baranya," ucap Mardedi Susanto, Tokoh Pemuda Batang Bungo.

Mardedi berharap pemerintah pusat turun tangan ke Kabupaten Bungo untuk cek lokasi tambang milik KBPC yang diduga ilegal.

"Harapan saya untuk pemerintah pusat turun ke Kabupaten Bungo cek langsung tambang PT KBPC yang bekerja bukan izin yang mereka pegang, maka itu saya sebut menyolong", tutupnya

"Perusahaan ini tidak jelas. Tidak ada izin tambang, ilegal," tambah Husaini tokoh masyarakat Dusun Rantau Pandan.

Maka dari itu, warga meminta kepada pihak pemda, aparat TNI Polri berani tegas menindaklanjuti dugaan illegal mining dan perampasan hak warga.

"Kami minta perusahaan stop beroperasi didusun kami. Dan meminta aparat hukum, pemerintah bertindak dengan perusahaan," kata Husaini lagi. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu