News

Selain Makanan, Ada Faktor Kericuhan Lain Diantara Pencari Suaka di Kalideres


Selain Makanan, Ada Faktor Kericuhan Lain Diantara Pencari Suaka di Kalideres
Pencari suaka mengambil jatah pembagian makanan di tempat penampungan gedung eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, kamis (22/8/2019). Pemerintah pusat memutuskan untuk menghentikan bantuan logistik, layanan kesehatan dan air bersih dan mengosongkan tempat penampungan pada 1 September 2019 mendatang. Pemerintah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM) untuk segera menangani ribuan pengungsi pen (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Selain soal makanan, mencari perhatian publik juga disebut sebagai penyebab terjadinya keributan antara pencari suaka dari Afganistan dan Sudan di Gedung Eks Kodim 0503/JB, Jakarta Barat.

Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana, mengungkapkan bahwa sejak para pencari suaka ditempatkan di Gedung Eks Kodim 0503/JB tersebut, pihaknya memang selalu memberikan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Indra, dalam kericuhan yang terjadi antara warga Afganistan dan Sudan beberapa waktu lalu, bukan hanya karena faktor perebutan makanan saja, tapi juga karena sudah ada instruksi dari Gubernur DKI Jakarta bahwa waktu mengungsi para pencari suaka di Jl. Begudul, Kalideres, Jakarta Barat, telah habis.

"Sudah ada instruksi Gubernur terkait akan dikosongkan tempat tersebut. Karena sudah dihentikan bantuannya," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Oleh karena itu, Indra mengatakan, para pencari suaka itu mencari dan ingin mengambil makanan yang ada di gudang eks Kodim tersebut.

Kemudian, lanjut Indra, warga Afganistan dan Sudan mencoba mencari perhatian publik agar bisa terus berada di sana dengan membuat keributan.

"Makanya kemarin ketika ada pembagian makanan, jumlahnya tidak sesuai, kemudian mereka mencari perhatian publik membuat keributan. Dan area keributan pertikaian antara pengungsi Afganistan dan Sudana," katanya.

Karena ada keributan, Indra bersama anggotanya pun datang untuk melerai. Namun saat hendak dipisahkan, menurut Indra, personelnya yang bernama Aiptu Daud dipukul menggunakan besi pipa tumpul di bagian tangan.

"Tidak luka serius, lebam saja. Kita tangani intensif dan sudah berdinas seperti sediakala," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya para pencari suaka terlibat keributan di gedung Eks Kodim 0503/JB Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis (22/8/2019) sore. Keributan itu mengakibatkan Aiptu Daud luka memar di bagian tangan kirinya.[]

Deni Muhtarudin

https://akurat.co