News

Selain Ganjar, Sosok Ini Ancam Puan Gagal Maju di Pilpres 2024

Sejak 1999 hingga 2019 atau 20 tahun terakhir, PDIP hanya sekali mengusung kader internal di luar trah Soekarno dalam kontestasi kepemimpinan nasional


Selain Ganjar, Sosok Ini Ancam Puan Gagal Maju di Pilpres 2024
Ketua Umum PDIP Megawati Soekanoputri berjalan bersama anaknya Prananda Prabowo (depan) dan Puan Maharani (belakang) dan pengurus DPP PDIP. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

AKURAT.CO, Peluang Ketua Bidang Pemerintahan Pertahanan dan Keamanan PDIP Puan Maharani Nakshatra Kusjala Devi atau yang kerap disapa Puan Maharani dicalonkan dalam Pilpres 2024 terbuka lebar, salah satunya karena dia merupakan trah Soekarno.

Peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis) Dian Permata mengatakan PDIP selalu mengusung kader internal dan trah Soekarno dalam kontestasi pemilu sejak 1999 hingga 2019.

"Karenanya, peluang Puan mendapat tiket dari partainya sendiri masih terbuka lebar,"  kata Dian kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Dia mengatakan peluang Puan maju di kontestasi kepimpinan nasional sudah tercium sejak riset Insis  tahun 2012.

Berdasarkan riset Insis saat itu Puan menjadi capres muda alternatif dari PDIP bersaing dengan Budiman Sudjatmiko, Maruarar Sirait, Pramono Anung, dan Tjahjo Kumolo.

Meski begitu dia mengingatkan bukan berarti tidak ada ancaman bagi Puan, dan bahkan bisa saja Puan gagal maju sebagai capres seperti yang dialami Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2014 lalu.

Meski saat itu Megawati kandidat kuat namun PDIP mengusung Joko Widodo. 

Muhammad Prananda Prabowo dan Ganjar Pranowo disebut Dian sebagai sosok yang bisa mengganggu langkah Puan diusung sebagai capres. 

Prananda yang merupakan kakak tiri Puan saat ini juga menempati jabatan elit di PDIP sebagai Ketua DPP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital. Prananda selama ini dikenal sebagai konseptor pidato politik Megawati.

Adapun nama Ganjar belakangan ini kerap menempati posisi teratas survei capres potensial yang dilakukan lembaga-lembaga survei.

"Puan harus mencermati langkah politik Prananda dan Ganjar Pranowo. karena bisa saja, contoh di Pilpres 2014 terulang, tiket di Pilpres diberikan kepada di luar trah Soekarno,"  demikian kata Dian.[]