News

Selain ACT, PPATK Temukan 176 Lembaga Filantropi Diduga Selewengkan Dana Sosial

Selain ACT, PPATK Temukan 176 Lembaga Filantropi Diduga Selewengkan Dana Sosial
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjalani pemeriksaan lanjutan kasus penyelewengan dana umat di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan, terdapat 176 lembaga filantropi lainnya yang melakukan penyalahgunaan dana sumbangan masyarakat seperti yang dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Ada 176 entitas yayasan lainnya yang kami serahkan (ke Kemensos) untuk diperdalam. Selain terkait kasus yang sedang marak sekarang didalami oleh Bareskrim," ujar Ivan dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022). 

Ivan mengatakan, modus penyelewengan itu dengan cara menggunakan dana donasi publik untuk pengurus filantropi, dan mengalirkan dana ke entitas hukum yang dibentuk oleh pengurus.

baca juga:

"Ada yang lari ke pengurus, ada yang lari ke entitas hukum yang dibentuk oleh para pengurus itu. Jadi kita melihat pengelolaan dana itu tidak terlalu dipergunakan untuk kepentingan-kepentingan yang sesungguhnya sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Kemensos," ungkapnya. 

Kini, PPATK telah menyerahkan data-data  kepada aparat penegak hukum. Dia pun mengatakan tak menutup kemungkinan bahwa jumlah temuan lembaga filantropi yang melakukan penyelewengan akan bertambah. Karena itu, PPATK dan Kemensos akan membentuk tim khusus untuk mengusut penyelewengan dana oleh semua lembaga filantropi.

"Jadi akan segera kita bentuk satgas bersama terkait bagaimana yayasan PUB (Pengumpulan Uang dan Barang) bisa dikelola dengan benar, secara prudensial, dan akuntabel," ujar Ivan.