Ekonomi

Sektor Maritim Bisa Buka 45 Juta Lapangan Pekerjaan


Sektor Maritim Bisa Buka 45 Juta Lapangan Pekerjaan
Sejumlah nelayan meyandarkan kapal di Terminal Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Senin (30/7/2018). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebutkan, untuk wilayah pantai barat Aceh hingga perairan Sabang ketinggian gelombang saat ini diperkirakan mencapai 1-4 meter dan mempengaruhi jumlah tangkapan ikan. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Ketua Badan Kerjasama Usaha Bidang Maritim (BKBM) Rokhmin Dahuri Indonesia dapat menyediakan lapangan pekerja lebih luas dengan memaksimalkan potensi sektor kemaritiman yang dapat memiliki lapangan kerja bagi 45 juta warga Indonesia.

"Angka itu sekitar 40 persen angka kerja nasional. Selain tenaga kerja, kemaritiman juga berpotensi memberikan nilai ekonomi sebesar 1,4 triliun dolar AS per tahun atau tujuh kali lipat APBN 2016," tutur Rokhmin di Jakarta, Kamis (15/11)

Menurut dia, jika sektor kemaritiman bisa dikelola dengan unsur teknologi dan manajemen yang profesional maka akan mudah bagi Indonesia mewujudkan potensi-potensi tersebut.

Dalam kegiatan lokakarya kemaritiman di kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Rokhmin juga memotivasi para pemimpin kepala daerah untuk mencari ide meningkatkan pendapatan dari sektor maritim.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu memaparkan, angka kemiskinan di Indonesia yang berada pada 9,8 persen atau sekitar 25,9 juta orang dapat ditekan jika negara bisa memanfaatkan sektor maritim sebagai salah satu tumpuan ekonomi.

"Jika ekonomi maritim sudah berjalan, maka diharapkan masalah kemiskinan di Indonesia bisa selesai. Peringkat ekonomi dunia bisa naik dari posisi ke-16," pungkasnya. .

Berdasarkan BKBM, ada 11 potensi kemaritiman di Indonesia yang bisa digarap antara lain perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut, industri dan jasa maritim,sumber daya pulau kecil, "coastal forestry", dan sumber daya non konvensional. []