News

Sekolah Madrasah di Afganistan Diserang Bom, 17 Tewas!

Sekolah Madrasah di Afganistan Diserang Bom, 17 Tewas!
Beberapa siswa diyakini termasuk di antara mereka yang tewas dalam ledakan di Aybak (Saifullah Karimi/AP Photo)

AKURAT.CO  Sedikitnya 17 orang telah tewas dan 26 luka-luka dalam serangan terbaru yang menargetkan sekolah di Afganistan.

Serangan bom itu terjadi pada Rabu (30/11), dengan ledakan merobek sebuah sekolah agama atau madrasah di ibu kota Aybak, provinsi Samangan, di utara Afganistan.

Menurut saksi mata, bom meledak pada pukul 12 siang, ketika orang-orang pergi untuk melakukan salat zuhur.

baca juga:

"Ledakan terjadi sekitar pukul 12.45 di dalam Madrasah Jahdia di pusat kota. Banyak anak laki-laki yang belajar di madrasah itu," ungkap juru bicara pemerintahan provinsi Samangan, Emdadullah Muhajir. 

Sementara itu, mayoritas dari korban yang tewas diyakini adalah anak-anak berusia 9-15 tahun, kata seorang sumber di di Samangan kepada BBC.

Belum segera ada kelompok yang  mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah.

Seorang dokter di rumah sakit setempat mengatakan sebagian besar korban adalah pelajar di sekolah tersebut.

"Semuanya adalah anak-anak dan warga sipil," kata seorang dokter seperti dikutip AFP.

Dokter itu menambahkan bahwa beberapa pasien dengan luka kritis dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di Mazar-i-Sharif, yang jaraknya 120 kilometer jauhnya dari lokasi. 

Juru bicara kementerian dalam negeri Abdul Nafee Takkur telah mengonfirmasi serangan itu, mengatakan bahwa pasukan keamanan Taliban sedang melakukan penyelidikan. Ia juga telah memberi komitmen untuk mengidentifikasi para pelaku dan memberi hukuman kepada mereka yang bertanggung jawab.

"Pasukan detektif dan keamanan kami sedang bekerja untuk mengidentifikasi para pelaku kejahatan yang tak termaafkan ini, dan akan menyeret mereka ke pengadilan," katanya.

Turun di Twitter, mantan presiden Republik Islam Afganistan, Hamid Karzai, menyebut serangan itu sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan'. Karzai juga menyatakan simpatinya kepada keluarga para korban.

Sekolah Madrasah di Afganistan Diserang Bom, Sedikitnya 17 Tewas, Para Siswa Jadi Korban - Foto 1
 BBC

Aybak merupakan kota bersejarah yang terkenal sebagai pusat perdagangan dan pusat umat Buddha pada abad ke-4 dan ke-5. Kota ini terletak sekitar 200 km utara ibu kota Kabul.

Sejak Taliban merebut kekuasaan Agustus tahun lalu, Afganistan diguncang oleh puluhan, dengan sebagian besar serangan diklaim oleh cabang lokal dari kelompok Negara Islam, yang dikenal Negara Islam – Provinsi Khorasan (ISIS-K).

Kelompok itu adalah kelompok militan paling ekstrem di Afghanistan dan menargetkan agama minoritas - seperti Hazara - yang dijanjikan akan dilindungi oleh Taliban. Namun, Human Rights Watch baru-baru ini mengamati bahwa otoritas Taliban tidak berbuat banyak untuk melindungi komunitas tersebut, baik dari bom bunuh diri maupun serangan melanggar hukum lainnya.

Pada bulan September, setidaknya 54 orang, termasuk 51 gadis dan wanita muda tewas setelah seorang pembom bunuh diri meledakkan bom di ibu kota Kabul. Penyerang telah menargetkan aula tempat ratusan siswa sedang mengikuti ujian masuk universitas.

Para pemimpin Taliban telah menyalahkan ISIS-K atas serangan itu, meskipun kelompok itu sendiri tidak mengaku bertanggung jawab.

Selain itu, serangan terhadap sekolah bukan menjadi hal baru bagi negara miskin itu. Dalam setahun terakhir, pengamat melihat ledakan ditunjukan terhadap madrasah atau pos sekolah.  

Faiz Zaland dari Universitas Kabul menjelaskan bahwa ledakan pada Rabu ditujukan untuk mengacaukan negara dan merupakan tantangan bagi harapan Taliban untuk membawa keamanan ke Afganistan.

“Sayangnya, ini bukan pertama kalinya sebuah madrasah atau pos Taliban diserang dalam 15 bulan terakhir. Ada beberapa serangan besar terhadap madrasah seperti di provinsi Mazar-e-Sharif, Balkh dan Kunduz, tapi ini pertama kali di provinsi Samangan.

"Madrasah adalah pusat perekrutan utama Taliban. 

"Sekolah-sekolah agama juga menjadi benteng kepemimpinan Taliban di tingkat provinsi. Mereka berafiliasi dengan gubernur atau kepala polisi Taliban setempat. Jadi serangan terhadap madrasah adalah cara untuk menantang kendali keamanan Taliban," terang Zaland, seorang profesor ilmu politik, mengatakan kepada Al Jazeera dari Istanbul.

Oktober tahun lalu, sedikitnya 60 orang tewas setelah ledakan menghantam sebuah masjid di provinsi Kunduz utara. Hanya beberapa hari kemudian, sebuah masjid menjadi sasaran di provinsi Kandahar, menewaskan setidaknya 65 orang.

Pada bulan April, enam orang tewas setelah ledakan menghantam sebuah sekolah menengah di Kabul. Di bulan yang sama, setidaknya 31 orang tewas dalam serangan ISIS di provinsi Balkh.

Pada September, seorang pembom bunuh diri menargetkan para mahasiswi di Kabul, membunuh lebih dari 50 orang, dengan banyak dari korban adalah pelajar.[]