News

Sekolah Lapang di Manggarai Timur Manfaatkan Benih Hasil Penangkar

Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia


Sekolah Lapang di Manggarai Timur Manfaatkan Benih Hasil Penangkar
Sekolah lapang di Manggarai Timur (AKURAT.CO/DOKUMEN)

AKURAT.CO Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) memanfaatkan benih hasil penangkaran petani setempat. IPDMIP merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia.

Menteri Syarul Yasin Limpo (SYL), mengatakan IPDMIP mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

baca juga:

"Lewat berbagai kegiatan, termasuk Sekolah Lapang IPDMIP, kita berharap petani mendapatkan pembekalan. Sehingga, mereka bukan bisa mengembangkan usaha taninya sekaligus meningkatkan kemampuan," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan hal yang senada.

“Kegiatan Sekolah Lapangan Program IPDMIP digelar  untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani. Program ini  bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten," katanya.

Dedi Nursyamsi mengatakan, IPDMIP dirancang untuk mengatasi berbagai kendala dan meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi kemiskinan di pedesaan, mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan gizi.

"IPDMIP meningkatkan nilai pertanian irigasi berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan sumber penghidupan di perdesaan," katanya.

IPDMIP juga menggunakan strategi penetapan sasaran yang mempertimbangkan tingkat kemiskinan yang ada untuk menjangkau rumah tangga yang paling termarginalkan (misalnya miskin, perempuan, pemuda petani di daerah hilir, daerah-daerah dengan irigasi yang kurang memadai).

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu