News

Sekjen Partai Gerindra Sindir Pemimpin yang Tidak Tahu Terima Kasih

Muzani tidak menyebut siapa orang yang disindirnya.


Sekjen Partai Gerindra Sindir Pemimpin yang Tidak Tahu Terima Kasih
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat memberikan pidatonya didepan para kader yang hadir dalam deklarasi dan perayaan HUT partai Gerindra di lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta, Minggu (11/3). Surat pernyataan deklarasi ini berbarengan dengan perayaan HUT ke-10 Partai Gerindra yang mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden 2019-2024 yang akan datang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani tiba-tiba menyindir pemimpin yang terkesan tidak tahu terima kasih terhadap sosok yang membesarkannya.

Muzani tidak menyebut siapa orang yang disindirnya. Namun, pernyataan itu dibuat sebagai representasinya terhadap dunia perpolitikan nasional.

Menurut Muzani, tradisi politik tidak tahu terima kasih bukan adab dan akhlak yang baik. Sebab, dia menilai politik Indonesia kini justru memperlihatkan persaingan.

baca juga:

"Di Indonesia, jarang sekali politik kita yang menunjukkan berterima kasih terhadap orang yang telah membesarkannya. Dalam tradisi politik kita, terima kasih adalah suatu yang langka, jarang dijumpai sepertinya ini menjadi suatu hal yang mahal, " kata Muzani dalam keterangannya Minggu (26/6/2022).

"Orang yang dibesarkan partai, justru bersaing dengan partai yang membesarkannya, bersaing demi jabatan-jabatan. Adab politik kita telah dijauhi oleh pelaku politik kita," sambungnya.

Kata Muzani, para pemimpin di Indonesia seharusnya kembali kepada adab seperti yang diajarkan oleh orang tua dan para pemimpin terdahulu.

Anggota Komisi I itu pun menyayangkan, adab berterima kasih kepada orang atau pihak yang berjasa itu sudah mulai hilang dari tradisi para pemimpin di Indonesia.

"Jika akhlak sudah tidak ada lagi dalam kehidupan kita, maka tidak ada lagi rasa saling menghormati dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkan kita. Karena dari sinilah muncul calon pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan. Jika kalian jadi orang jangan pernah berkhianat kepada bangsa, rakyat, guru, kepada kyai-kyai yang telah membesarkan kalian," tukas dia.[]