News

Sekda Buru Selatan Bakal Dicecar KPK Terkait Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Jalan

Sekda Kab Buru Selatan Iskandar Walla akan diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole.


Sekda Buru Selatan Bakal Dicecar KPK Terkait Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Jalan
Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Selatan Iskandar Walla terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku.

"Beliau (Iskandar Walla) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TSS (Tagop Sudarsono Soulisa)," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022).

Ali menyampaikan, pemeriksaan terhadap saksi akan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK di Jalan Persada Kavling 4, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

baca juga:

Dalam hal itu, Ali tidak menjaskan terkait apa saja yang akan didalami terhadap saksi tersebut. Namun Ali menjelaskan pemeriksaan terhadap saksi dilakukan guna penggalian informasi dan juga melengkapi bukti perkara terkait kasus tersebut.

Tekait korupsi pengadaan barang dan jasa di Buru Selatan 2011-2016, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka yakni mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa, dan dua pihak swasta Johny Ryndard Kasman dan Ivana Kwelju.

Tagop diduga meminta sejumlah uang dalam bentuk fee dengan nilai 7 hingga 10 persen dari nilai kontrak pekerjaan. Khusus untuk proyek yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ditentukan besaran fee di antara 7 sampai dengan 10 persen ditambah 8 persen dari nilai kontrak pekerjaan.

Proyek-proyek tersebut di antaranya, pembangunan jalan dalam kota Namrole tahun 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp3,1 miliar; peningkatan jalan dalam kota Namrole (hotmix) dengan nilai proyek Rp14,2 miliar; peningkatan jalan ruas Wamsisi-Sp Namrole Modan Mohe (hotmix) dengan nilai proyek Rp14,2 miliar; dan peningkatan jalan ruas Waemulang-Biloro dengan nilai proyek Rp21,4 miliar.

Diduga nilai fee yang diterima Tagop sekitar sejumlah Rp10 miliar yang di antaranya diberikan oleh Ivana Kwelju karena dipilih untuk mengerjakan salah satu proyek pekerjaan yang anggarannya bersumber dari dana DAK Tahun 2015. []