News

Sejumlah Tenaga Kesehatan Mokumoku Enggan Jalani Tes Usap

Merasa tah tertular COVID-19, sejumlah tenaga kesehatan di Mokumoku engga di tes usap


Sejumlah Tenaga Kesehatan Mokumoku Enggan Jalani Tes Usap
Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap membawa sample tes usap (swab test) COVID-19 milik warga di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2020). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyebutkan sejumlah oknum tenaga kesehatan di Puskesmas daerah enggan menjalani tes usap, karena merasa tidak tertular virus corona.

“Memang ada sejumlah oknum tenaga kesehatan di Puskesmas daerah ini yang tidak bersedia dites usap karena mereka merasa tidak tertular virus corona,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Desriani di Mukomuko, Senin, (28/12/2020).

Ia mengatakan hal itu setelah mendapat laporan terkait oknum tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas yang pernah kontak erat dengan pasien COVID-19 dan tenaga kesehatan lainnya yang positif terjangkit virus corona tetapi tidak bersedia dites usap.

Menanggapi laporan tersebut, ia mengatakan, pihaknya telah memerintahkan kepada pihak Puskesmas di daerah ini untuk melakukan pendekatan kepada tenaga kesehatan yang tidak bersedia menjalani tes usap tersebut.

“Kita tidak bisa memaksa orang atau tenaga kesehatan ini harus menjalani tes usap karena ini menjadi hak azazinya, tetapi kita melakukan pendekatan sebagai atasan dengan bawahan,” ujarnya.

Sebagai staf dan bawahan di Dinas Kesehatan, ia menyatakan, pihaknya tetap memerintahkan tenaga kesehatan ini menjalani tes swab dan mereka wajib melakukannya sebagai upaya bersama dalam mencegah penularan COVID-19 di daerah ini.

Kemudian tenaga kesehatan yang sudah menjalani tes usap tersebut diminta untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing sebagai suatu upaya memutuskan rantai penularan COVID-19.

Ia yakin, tenaga kesehatan yang pernah kontak erat dengan pasien COVID-19 maupun tenaga kesehatan yang sudah dinyatakan positif COVID-19 bisa menjaga kesehatan selama menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Menurutnya, seharusnya mereka yang lebih memahami tentang COVID-19 sehingga tenaga kesehatan yang positif COVID-19 bisa menjalani isolasi mandiri secara ketat sehingga virus corona tidak menyebar. []

Sumber: Antara