News

Sejumlah Hakim Positif Covid-19, PN Jakpus Terpaksa Lockdown

Penutupan operasional ini dilakukan sementara hingga tanggal 25 Juni 2021


Sejumlah Hakim Positif Covid-19, PN Jakpus Terpaksa Lockdown
Sallah satu kegiatan peradilan di PN Jakpus

AKURAT.CO Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) memutuskan untuk menghentikan sementara sejumlah agenda persidangan usai ditemukan adanya pegawai dan hakim yang dinyatakan reaktif Covid-19.

"Maka telah di Instruksikan untuk memutus matarantai penyebaran virus Covid-19, terhitung hari ini Selasa, 22 Juni 2021 sampai dengan Kamis 24 Juni 2021, Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk sementara kegiatan operasionalnya (persidangan) dihentikan," ujar Humas PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyono kepada wartawan, Selasa (22/7/2021).

Bambang pun merinci jumlah pegawai dan hakim yang reaktif Covid-19 tersebut, berdasarkan hasil Swab Antigen yang dilalukan pihaknya pada Senin (21/6/2021) kemarin.

"Saya sampaikan informasi hasil Swab Antigen yang telah dilakukan oleh PN Jakarta Pusat hari Senin tanggal 21 Juni 2021, terdapat 18 orang yang hasilnya reaktif dan 9 orang yang hasilnya Positif berdasarkan Test PCR, dengan demikian berjumlah 27 orang," tuturnya.

Meski menutup operasional sementara, PN Jakpus tetap melayani urusan peradilan yang bersifat urgent, hingga kembali dibuka nanti.

"Untuk hal-hal yang bersifat urgent tetap dilayani namun bersifat terbatas. Dan Kantor Pengadilan Jakarta Pusat akan aktif kembali pada hari Jum'at tanggal 25 Juni 2021," jelas dia.

Bambang menjelaskan, selama PN Jakpus ditutup akan dilakukan penyemprotan disentifektan kesemua ruangan kantor dan bagi Hakim dan Pegawai PN Jakarta Pusat yang terpapar Covid-19 diberikan izin sakit untuk melakukan Isolasi Mandiri. 

"Untuk Hakim dan Pegawai PN Jakarta Pusat, tetap melakukan kegiatan pekerjaan dari rumah (WFH)," tutupnya.

Sebagai upaya pencegahan Cpvod-19, masyarakat pun diminta untuk terus menjaga protokol kesehatan (Prokes).

Prokes pertama adalah mencuci tangan hingga bersih menggunakan air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Mencuci tangan telah diketahui sebagai salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah covid19 menular semakin luas. 

Prokes ini terutama harus dilakukan ketika sebelum memasak, setelah dari kamar mandi dan setelah mengeluarkan droplet (batuk/bersin). 

Selain mencuci tangan, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker demi mencegah masuknya virus Corona ke tubuh. Pasalnya, virus corona merupakan senyawa yang tak terlihat sehingga mampu menulari siapa saja hanya lewat droplet.

Terakhir, membatasi movilitas atau kegiatan beraifat di luar rumah. Hal ini penting dilakukan, karena mengurangi mobilitas sama dengan mengurangi kontak dengan orang banyak yang kemungkinan sedang tertular virus.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co