News

Sejumlah Catatan dari PKS untuk Presiden Jokowi di Waktu Menjelang Tahun 2021


Sejumlah Catatan dari PKS untuk Presiden Jokowi di Waktu Menjelang Tahun 2021
Poltitisi PKS Mardani Ali Sera (kanan) bersana Pengarang buku Pangi Syarwi Chaniago (kiri) saat menjadi pembicara dalam diskusi peluncuran buku 'Rematch Pilpres: Kontestasi Elektoral Dan Keterbelahan Publik' di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Dalam diskusi tersebut dibahas tentang rangkaian proses pemilu 2019 serta mengajak untuk menambal berbagai kelemahan yang ada dan memperkuat segala yang sudah baik serta memberikan inspirasi pembangu (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menyebut ada sejumlah catatan yang perlu Presiden RI Joko Widodo perhatikan di waktu menuju tahun 2021. 

Sebab menurutnya, sederet tantangan akan dihadapi oleh bangsa ini di tengah situasi yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19.

"Pertama tentu kita sepakat, presiden harus melepas kepentingan sesaat dan berpihak pada kepentingan rakyat. Dalam bekerja mampu menciptakan 'dream team' yang kompeten, menggerakan dan membawa perubahan lebih baik, dengan target yang terukur dan evaluasi yang transparan," kata dia di akun Twitter @MardaniAliSera pada Kamis (31/12/2020).

Namun menurutnya, tidak adanya orkestrasi dalam penanganan membuat Covid-19 tidak berkesudahan dan kurva yang tidak kunjung turun.

"Diiringi rasa was-was akan serangan varian baru meskipun coba ditahan dengan vaksin tengah kita rasakan. Leadership dalam mengorkestrasi semua kekuatan mutlak diperlukan," ujarnya.

Selain itu, mengenai kepemimpinan dalam clean government. Kata dia, kasus penyelewengan dana bansos Covid-19 jado cermin, agar pemerintah lebih serius menangani pandemi di semua sektor.

"Usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Tunjukkan keberpihakan pada clean government bukan hanya semboyan macan kertas," kata dia.

Masih kata Mardani, dari sisi ekonomi untuk UMKM, perlu dilakukan secara terstruktur dan ditagetkan. "Menjadi evaluasi bersama terkait alokasi pra kerja yang mesti ikut pelatihan online. Berikan modal dan pastikan berusaha secara ril dengan market yang jelas, Link and Match atas akses berusaha," katanya.

Mengingat dampak panjang pandemi Covid-19 dikhawatirkan masih menggerus daya tahan dunia usaha dan UMKM masyarakat,  maka kata dia, turunnya daya beli masyarakat bisa berakibat pada gelombang PHK secara besar-besaran dan meningkatnya angka pengangguran.

"Terakhir, situasi yang sulit diprediksi di 2021 nanti mengharuskan pemerintah berinovasi, bergerak cepat serta menerima dan mendengar masukan dari masyarakat," kata anggota DPR RI itu.

"Rangkul seluruh komponen, bangun dialog dengan semangat penghargaan atas keberagaman dan kebebasan demokrasi," sambungnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu