News

Sejumlah Anjing Mati Mendadak di Mandalika, Ini Reaksi Animal Defenders!

Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona mendesak pihak yang memberantas anjing dengan cara diracun tersebut bertanggungjawab.


Sejumlah Anjing Mati Mendadak di Mandalika, Ini Reaksi Animal Defenders!
Pemilik saat memandikan anjing pemburu di Sungai Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/12/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Warga Dusun Ebunut, Lombok Tengah dikejutkan matinya sejumlah anjing peliharaan mereka. Warga pun menduga kematian anjing-anjing itu karena sengaja dibunuh dengan cara diracun.

Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona mendesak pihak yang memberantas anjing dengan cara diracun tersebut bertanggungjawab. Ia pun mengancam akan menempuh jalur hukum terkait permasalahan tersebut.

"Menggenjot ekonomi daerah dan nasional melalui pariwisata, entertainment dan olah raga, adalah penting. Namun hal tersebut tidak berarti boleh dilaksanakan dengan sembrono," ujar Doni dalam keterangannya kepada wartawan, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, pemberantasan anjing liar dengan diracun adalah gambaran betapa pemprov dalam hal ini Dinas Peternakan (Disnak) tidak mengedepankan animal welfare dalam menangani masalah.

"Tidak adanya acuan bagaimana preventif sehingga menempuh jalan destruktif seperti peracunan marak terjadi di berbagai wilayah, mulai dari NTB, Makassar, Bau-Bau, Bali, dan daerah-daerah lain. Yang korbannya tidak hanya anjing liar, tapi juga anjing-anjing berpemilik dan hewan-hewan karnivora lainnya," kata dia.

Doni pun mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan warga setempat yang menjadi saksi pemberantasan tersebut.

"Tubuh anjing-anjing ini membengkak dan sempat ditemukan mati," katanya.

Ia mengatakan, sebelumnya pada laman resmi Disnak Pemprov NTB mencantumkan tentang agenda Pemberantasan Anjing Liar di sekitar sirkuit Mandalika. Namun di lain kesempatan, pejabat Disnak menyampaikan tidak melakukan peracunan.

"Ini tentu perlu kita pertanyakan, metode pemberantasan yang mereka lakukan seperti apa? Jika ucapan mereka mengatakan bahwa tidak ada budget untuk beli bius, lalu apakah meracun adalah solusi?" ujarnya.