Olahraga

Sejauh Mana Indonesia Bertahan di Piala Uber?

Sebagai runner-up, Indonesia berpeluang menghadapi China, Korea Selatan, Thailand, atau Chinese Taipei.


Sejauh Mana Indonesia Bertahan di Piala Uber?

AKURAT.CO, Dengan mayoritas materi pemain muda juga debutan, lolos ke perempat final saja sebenarnya sudah cukup baik bagi Indonesia di Piala Uber 2020. Namun, sebagai wakil negara bulutangkis “sebesar” Indonesia, tentu saja itu tidak cukup.

Indonesia memastikan satu tempat di perempat final Piala Uber sebagai runner-up grup A di bawah Jepang yang menjadi juara grup. Sungguh pun lolos, namun penampilan semasa di penyisihan belum cukup meyakinkan untuk bisa bertahan lebih jauh di turnamen supremasi bulutangkis putri dunia tersebut.

Dibandingkan dengan Jepang, tim tersebut menyapu tiga pertandingan penyisihan dengan kemenangan 5-0. Selain mengalahkan Prancis dan Jerman, termasuk ketika membungkam Indonesia dengan skor 5-0 pada penyisihan terakhir di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Selasa (12/10).

Indonesia sendiri menjadi runner-up setelah menang 4-1 atas Jerman dan Prancis. Adapun kekalahan melawan Jerman dan Prancis terjadi pada pertandingan tunggal putri di mana Indonesia menurunkan pemain debutan.

Sebelum berangkat ke Aarhus dengan sebagian dari tim Uber terlibat di skuat Piala Sudirman di Vantaa, Finlandia, beberapa pekan lalu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, cukup optimistis dengan skuat muda yang diikutsertakan ke Piala Uber.

Ketika itu, Rionny mengatakan bahwa pemain muda tidak hanya sebagai pelengkap, namun bisa menyumbang angka. Tak pelak, Rionny mengisyaratkan bahwa keberangkatan Indonesia juga disertai dengan ambisi merebut Piala Uber.

Namun, pertandingan melawan Jepang seakan memberikan gambaran seberapa kuat para srikandi belia di Piala Uber tahun ini. Setelah menang atas Prancis dan Jerman, mereka luluh lantak di hadapan negara dengan kualitas elite seperti Jepang.

Perempat final sendiri akan digelar pada Kamis (14/10) dan Indonesia dipastikan akan menghadapi salah satu dari tiga juara grup. Peluangnya adalah China, Korea Selatan, Chinese Taipei, atau Thailand.

Berkaca pada penampilan menghadapi Jepang, agak berat rasanya Indonesia bisa mengimbangi empat negara tersebut. Namun, yang tertinggal kini adalah semangat dan kepercayaan diri sebagai negara besar di bulutangkis dunia.

Sekadar berkaca pada sejarah, Indonesia pernah menjuarai Piala Uber 1994 berkat pemain berusia 14 tahun bernama Mia Audina. Akankah keajaiban belia 27 tahun lalu itu bisa menjalar ke tim muda Uber tahun ini?[]