Lifestyle

Sejarah Zebaoth, Gereja Ayam di Bogor yang Jadi Tempat Ibadah Orang Eropa

Dibangun pada tahun 1920, Gereja Zebaoth merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia.


Sejarah Zebaoth, Gereja Ayam di Bogor yang Jadi Tempat Ibadah Orang Eropa
Gereja Zebaoth (FLICKR/Jones Stevanus)

AKURAT.CO, Kota Bogor sangat identik dengan keindahan alam serta udaranya yang sejuk. Akan tetapi, Bogor tidak hanya penuh dengan wisata alam, tapi juga sejarah. Ada berbagai bangunan bersejarah di Bogor yang bisa kamu kunjungi.

Salah satunya adalah gereja Zebaoth, yang berada di jalan Ir. H. Juanda No.3, Paledang, Bogor Tengah, Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122, alias dekat dengan pintu masuk Kebun Raya.

Dibangun pada tahun 1920, gereja Zebaoth merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia. Peletakan batu pertama gereja ini dilakukan oleh gubernur jenderal Hindia Belanda bernama J.P. Graaf Van Limburg Stirum.

Di batu itu terukir petikan ayat Alkitab dari Mazmur 43:3 dalam bahasa Belanda, "Zend Uw Licht en Uw Waarheid Dat Die Mij Leiden Dat Zij Mij Brengen Tot Den Berg Uwer Heiligheid En Tot Uw Woningen."

Kalimat ini memiliki arti, "Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!"

Konon gereja ini mempunyai terowongan yang langsung tembus ke dalam Istana Kepresidenan RI Bogor namun sekarang sudah ditutup. 

Sejarah Zebaoth, Gereja Ayam di Bogor yang Jadi Tempat Ibadah Orang Eropa - Foto 1
Gereja Zebaoth atau Gereja Ayam Bogor gpibzebaothbogor.com

Menurut catatan sejarah, awalnya gereja ini diberi nama Koningin Wilhelmina Kerk atau Gereja Ratu Wilhelmina. Namun, pribumi kesulitan menyebutkan nama tersebut.

Mereka lantas menyebutnya sebagai gereja ayam, mengingat ada ornamen gambar ayam di pucuk atap gerejanya. Adapun julukan geraja ayam tidak hanya disematkan pada Zebaoth. Beberapa gereja peninggalan Eropa di Indonesia diketahui juga mendapat julukan yang sama karena hiasan ayam di puncaknya. 

Sejarah Zebaoth, Gereja Ayam di Bogor yang Jadi Tempat Ibadah Orang Eropa - Foto 2
Gereja Zebaoth atau Gereja Ayam Bogor Instagram/agustinus_dandi

“Masyarakat waktu itu, susah mengucap bahasa Belanda. Warga menyebut gereja ayam, karena pada ujung teratas gereja, ada logo ayam,” kata Deny Boy, Sekretaris GPIB Zebaoth, dikutip Akurat.co pada Rabu, (22/9/2021).

Sejarah Zebaoth, Gereja Ayam di Bogor yang Jadi Tempat Ibadah Orang Eropa - Foto 3
Gereja Zebaoth atau Gereja Ayam Bogor gpibzebaothbogor.com

Pembangunan Gereja Zebaoth bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Eropa yang berwisata atau menetap di Bogor. Sebagaimana diketahui, sejak abad ke-20, Bogor telah menjadi salah satu destinasi wisata bangsa-bangsa Eropa.

Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisata ke Kota Bogor, pemerintah kolonial Belanda mulai menyediakan berbagai sarana demi memenuhi kebutuhan dan kenyamanan para wisatawan. Salah satunya adalah tempat ibadah. 

Pada saat itu, tempat ibadah agama Kristen hanya berupa gereja kecil dan kapel, dan digunakan bersama-sama oleh para pendatang dari Eropa maupun pribumi. 

Sejak gereja ini resmi berdiri, maka bangsa Eropa dan pribumi beribadah di tempat yang berbeda. Gereja Zebaoth menjadi tempat ibadah bangsa Eropa, sementara warga lokal diizinkan untuk beribadah di gereja-gereja kecil lainnya. Salah satunya adalah gedung yang kini telah beralihfungsi menjadi Kantor Pos Pusat Bogor.

“Jadi gereja Koningin Wilhelmina Kerk ini, hanya dipakai oleh warga asing dari Inggris, Prancis, Jerman dan lain-lain, termasuk Belanda untuk beribadah. Jadi ini gereja warga asing. Untuk warga pribumi, ibadahnya di kantor Pos dan Giro sekarang,” kata Deny.

Setelah 20 tahun lebih dibawah tangan Belanda, gereja ini akhirnya diserahkan kepada Jepang oleh Jenderal Heinz Teer Porten. Pada 1942, Belanda harus mengakui kekalahan atas Jepang untuk menguasai Indonesia. 

Sejarah Zebaoth, Gereja Ayam di Bogor yang Jadi Tempat Ibadah Orang Eropa - Foto 4
Gereja Zebaoth atau Gereja Ayam Bogor gpibzebaothbogor.com

Setelah kekalahan Jepang di tahun 1945, gereja Zebaoth kembali ke tangan negara pendirinya, Belanda. Meskipun begitu, ini tidak berlangsung lama karena pada 1948 gereja ini diserahkan secara resmi kepada GPIB atau Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat.

Yang menarik, selama bertahun-tahun gereja ini masih identik dengan Belanda. Terbukti, hingga tahun 1962, misa dan kebaktian di gereja ini masih menggunakan bahasa Belanda.

Gereja ini pun kerap disebut Nederlansche spreken gemeente, yang berarti Jemaat berbahasa Belanda. Adapun nama resmi Zebaoth baru disematkan pada gereja ini pada tahun 1985. Nama ini pertama kali digunakan oleh Pendeta Mattimoe pada Paskah 1963. Zebaoth sendiri berasal dari bahasa Ibrani yang artinya Allah Maha Agung yang berkuasa atas bumi dan langit. 

Sejarah panjang yang mengikuti gereja ini membuat pemerintah menjadikannya sebagai cagar budaya Kota Bogor. Meskipun dilindungi, gereja ini masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga sekarang.[]