Rahmah

Sejarah Singkat Masjid Ainul Yaqin, Masjid Tua Peninggalan Sunan Giri

Masjid Ainul Yaqin merupakan pindahan dari masjid yang dibangun oleh Sunan Giri di Giri Kedaton.


Sejarah Singkat Masjid Ainul Yaqin, Masjid Tua Peninggalan Sunan Giri
Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Mendengar namanya saja kita sudah bisa menebak jika masjid ini memiliki kaitan dengan Sunan Giri. Ya, benar, Masjid Sunan Giri merupakan sebuah bangunan ibadah kuno peninggalan Sunan Giri. 

Karena letaknya yang tidak jauh dari makam Sunan Giri, sehingga masjid ini diberi nama Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri. Pengambilan nama masjid tersebut dinisbatkan kepada nama pendiri masjid Sunan Giri, serta sebagai tapak tilas penyebaran agama Islam di Jawa Timur tepatnya di Gresik. Masjid ini merupakan pindahan dari masjid yang dibangun oleh Sunan Giri di Giri Kedaton.

Mengacu administrasi, Masjid Sunan Giri terletak di wilayah Gresik yaitu 20 KM dari Kota Surabaya. Masjid ini berada persis di Dusun Giri Deda Giri Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Adapun sebelah utara masjid berbatasan dengan PT Semen Gresik, sedangkan sebelah barat masjid berbatasan dengan pemakaman.

Disebutkan dalam tahun Condrosengkolo yang berbunyi "Lawang Gapuro Gunaning Ratu" (1399 Saka). Bangunan ini berdiri di atas sebuah bukit Kedanton Sidomukti (jarak sebuah Masjid Besar Ainul Yakin Sunan Giri) yaitu tempat kediaman dan Pondok Pesantren Giri Kedanton pimpinan Sunan Giri. Pada mulanya, tempat ibadah tersebut belum dinamakan sebagai sebuah masjid, tetapi disebut langgar, surau atau musala. Kemudian pada tahun 1407 Saka (1484 Masehi) atau menurut Condrosengkolo yang berbunyi "Pendito Nepi Akerti Ayu-Ayu" secara resmi dijadikan Masjid Jami' oleh Sunan Giri.

Kontruksi bangunan Masjid Sunan Giri merupakan bentuk akulturasi antara masa pra Islam dengan topologi bangunan masjid kuno. Bangunan masjid disanggah dengan empat Soko guru yang memiliki atap tumpang tiga berbentuk buah nanas khas Hindu.

Masjid ini dilengkapi dengan pagar bergapura yang mempunyai bentuk tugu sehingga mengingatkan kita kepada bentuk bangunan kori lada kedathon di komplek Kerajaan Hindu. Pada pintu masuk ruangan utama masjid memiliki tiga buah pintu. Ketiga pintu ini memiliki ukuran dengan tinggi 204 CM dan lebar 157 CM. Dengan menggunakan warna hijau toska sebagai warna dasar pintu dihiasi dengan ornamen kaligrafi dan ukiran sulur bunga teratai.[]