Lifestyle

Mulai Dari Jayakarta, Batavia Hingga Jakarta, Ini Kisahnya

Nama Jayakarta diubah menjadi Batavia, untuk mengenang bangsa Batavieren. Nama Batavia kemudian diganti menjadi Jakarta oleh Jepang sekitar tahun 1942


Mulai Dari Jayakarta, Batavia Hingga Jakarta, Ini Kisahnya
City Hall of Batavia (YOUTUBE/ Dutch Docu Channel)

AKURAT.CO Jayakarta merupakan pelabuhan penting di Pulau Jawa. Posisi Jayakarta dinilai sangat strategis untuk perdagangan karena cukup dekat dengan beberapa pelabuhan besar, seperti Banten, Cirebon, serta sejumlah bandar dagang di Sumatera, Aceh, dan kawasan Malaya. Bisa dikatakan bahwa Jayakarta adalah pelabuhan internasional yang sangat sibuk.

Adapun Jayakarta saat itu masih menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Banten. Sebelumnya Jayakarta adalah bagian dari kekuasaan Pajajaran, dan bernama Sunda Kelapa. Pada 1526, Kesultanan Demak yang dipimpin oleh Fatahillah berhasil direbut Sunda Kelapa, dan mengganti namanya menjadi Jayakarta. Setelah Fatahillah berhasil mengalahkan dan mengislamkan Banten, Jayakarta berada di bawah kekuasaan Banten. Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, Jayakarta dihuni orang Banten yang terdiri dari orang yang berasal dari Demak dan Cirebon.

Lokasi strategis ini membuat Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterzoon Coen ingin menguasai Jayakarta. Awalnya pasukan Coen sempat kalah dari pasukan Banten yang dibantu Inggris. Namun, pada 30 Mei 1619, Coen memimpin seribu orang menyerbu  musuhnya yang sedang lengah. Coen pun berhasil merebut Jayakarta.

Semula Coen ingin menamakan kota ini sebagai Nieuwe Hollandia, namun de Heeren Seventien di Belanda memutuskan untuk menamakan kota ini menjadi Batavia, untuk mengenang bangsa Batavieren. Ini merupakan suku Jermanik yang bermukim di tepi Sungai Rhein pada Zaman Kekaisaran Romawi. Bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman adalah keturunan dari suku ini.

Pusat pemerintahan juga digeser agak ke tengah. Jan Pieterszoon Coen menggunakan semboyan hidupnya "Dispereert niet, ontziet uw vijanden niet, want God is met ons" menjadi  motto kota Batavia, singkatnya "Dispereert niet" yang berarti "Jangan putus asa".

Pada 4 Maret 1621, pemerintah Stad Batavia (kota Batavia) dibentuk. Mereka membumiratakan Jayakarta, dan membangun Batavia hingga tahun 1650.  Pada 1 April 1905 nama Stad Batavia diubah menjadi Gemeente Batavia. Pada 8 Januari 1935 nama kota ini diubah lagi menjadi Stad Gemeente Batavia.

Nama Batavia dipakai sejak sekitar tahun 1621 sampai tahun 1942, ketika Hindia-Belanda jatuh ke tangan Jepang. Nama Batavia kemudian diganti menjadi Jakarta oleh Jepang untuk menarik hati masyarakat Indonesia. Hingga akhirnya Indonesia merdeka, Jakarta ditetapkan sebagai ibu kota negara RI dan menjadi pusat pemerintahan.