Lifestyle

MPASI Si Kecil Mulai Kapan?

MPASI harus diberikan tepat waktu,  saat ASI eksklusif sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro


MPASI Si Kecil Mulai Kapan?
Ilustrasi MPASI (Unsplash/Tanaphong Toochinda)

AKURAT.CO, Banyak orangtua yang belum tahu soal kapan anak harus diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Ayah dan Bunda mungkin salah satunya.

Dokter Spesialis Anak, Meta Hanindita, dalam Mommyclopedia 567 Fakta tentang MPASI, mengatakan bahwa umumnya kebutuhan energi bayi di usia 0–6 bulan bisa 100% terpenuhi oleh ASI saja. 

Akan tetapi, sejak bayi berusia enam bulan, ASI saja sudah tidak mencukupi kebutuhan zat gizi makro dan zat gizi mikro bayi.

"MPASI harus diberikan tepat waktu, saat ASI eksklusif sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro," tulis Meta, dikutip Akurat.co pada Selasa, (16/11).

Dokter Meta juga menjelaskan bahwa pemberian makanan pendamping yang terlambat yakni setelah bayi berusia lebih dari enam bulan juga dapat membahayakan bayi, antara lain, berisiko gagal tumbuh, mengalami kekurangan zat gizi mikro, juga mengalami gangguan perkembangan atau stunting.

Untuk memenuhi kesenjangan energi yang tidak lagi bisa terpenuhi dari ASI, bayi berusia 6–8 bulan harus mendapat MPASI sejumlah 200 kkal/hari, bayi berusia 9–11 bulan sejumlah 300 kkal/hari, sedangkan bayi berusia 12–23 bulan sejumlah 550 kkal/hari.

Pemberian MPASI memang umumnya di usia 6 bulan. Akan tetapi, Meta menjelaskan, berdasarkan indikasi medis dan tanda bahwa bayi siap makan, dokter bisa saja menyarankan pemberian makan bagi bayi setelah berusia empat bulan dan sebelum berusia enam bulan.

Tanda siap makan biasanya mulai muncul pada saat bayi berusia antara 4–6 bulan, yakni sistem pencernaan bayi mulai matang dan siap saat bayi juga berusia antara 4–6 bulan. Demikian pula dengan kemampuan oromotorik untuk makan pada bayi.

Apa itu kemampuan oromotorik? Menurut dokter Meta, kemampuan oromotorik ini berkaitan dengan keterampilan mengisap, menggigit, mengunyah dan menelan. Lalu, tekstur MPASI dimulai dari halus dan ditingkatkan kekasarannya seiring bertambahnya usia bayi. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan oromotorik bayi.

Akan tetapi, dikutip dari laman IDAI ada dampak yang mungkin terjadi bila pemberian MPASI pertama terlalu cepat atau dibawah usia enam bulan tanpa rekomendasi dokter, antara lain:

  • Motorik bayi belum siap, sehingga meningkatkan risiko tersedak.
  • Sistem pencernaan bayi belum siap, dapat timbul gangguan pencernaan.
  • Pemberian makanan padat terlalu cepat merupakan faktor risiko alergi, eksim, dan obesitas.
  • Gangguan pertumbuhan, dikarenakan asupan nutrisi dari ASI eksklusif tidak mencukupi kebutuhan harian bayi.
  • Penolakan terhadap MPASI, bayi menjadi picky eater karena tidak terbiasa.

Jadi, apabila Ayah atau Bunda sudah melihat kemampuan oromotik bayi bisa di rentang usia 4-6 bulan, segeralah konsultasi ke dokter spesialis anak mengenai apakah anak siap diberi MPASI atau belum.[]