News

Sejak Ada COVID-19, Sampah yang Dihasilkan Orang Jakarta Berkurang Ribuan Ton Per Hari

Sejak Ada COVID-19, Sampah yang Dihasilkan Orang Jakarta Berkurang Ribuan Ton Per Hari
Pemandangan gunung sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO, Dinas Lingkungan Hidup Jakarta mencatat terjadi penurunan volume sampah yang dihasilkan warga sejak pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Andono Warihdi mengatakan berdasarkan data timbangan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu  Bantargebang, Kota Bekasi, sebelum pemberlakuan work from home periode 1-15 Maret 2020 dalam sehari sampah yang dikirim ke Bantargebang mencapai 9.346 ton.

"Kemudian selama diberlakukannya WFH, pada 16 Maret - 9 April 2020, rata-rata 8.485 ton per hari," kata Andono dalam keterangan tertulis kepada AKURAT.CO, Sabtu (23/5/2020). 

baca juga:

Penurunan signifikan terjadi selama periode 10 April - 22 Mei 2020, rata-rata limbah rumah tangga warga Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya sekitar 6.602 ton per hari.

Untuk mengantisipasi limbah warga selama masa Lebaran, dinas sudah mengerahkan petugas dan armada pengangkut sampah. Petugas juga disiagakan di TPST Bantargebang.

Andono meminta warga mematuhi pesan Gubernur Jakarta Anies Baswedan agar menaati seruan Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia untuk melaksanakan takbiran dan salat Idul Fitri di rumah masing-masing untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. []