News

Sehari setelah Pesta Pernikahan Pengantin Pria Meninggal, 31 Tamu Dilaporkan Positif Corona


Sehari setelah Pesta Pernikahan Pengantin Pria Meninggal, 31 Tamu Dilaporkan Positif Corona
Ilustrasi pernikahan di India (The Statesman)

AKURAT.CO, Geger kasus penyebaran virus corona karena pesta pernikahan rupanya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di India. Sama seperti kasus pernikahan yang sempat viral di Semarang, klaster infeksi baru di India ini juga sampai menelan korban jiwa hingga menulari puluhan tamu serta penduduk desa lainnya.

Sebagaimana diberitakan oleh Gulf News, kasus terjadi setelah sebuah keluarga di Kota Patna, negara bagian Bihar menyelenggarakan pernikahan pada pertengahan Juni lalu. Setelah resepsi selesai itulah, pengantin pria mendadak meninggal dunia.

Dalam laporan, pengantin pria ini disebutkan meninggal tepat sehari setelah pesta pernikahan, yaitu pada 17 Juni lalu. Sejak itulah, laporan infeksi bermunculan dan setidaknya ada 31 penduduk desa yang dinyatakan positif virus corona.

Sontak, insiden ini langsung membuat seisi desa panik. Terlebih, pesta pernikahan ternyata dihadiri oleh sebagian besar penduduk desa.

Sumber kemudian menjelaskan bahwa sang pengantin pria yang asli Patna bekerja di luar kota, yaitu di Gurgaon. Sementara Gurgaon yang merupakan pusatnya industri dan keuangan negara bagian Haryana, diketahui ikut terdampak COVID-19.

Pada tanggal 15 Juni, pengantin pria kemudian datang dengan kendaraan pribadi dan langsung menuju ke tempat pernikahan di blok Naubatpur.

Saat kedatangannya itu, para warga menyebut bahwa pengantin pria sebenarnya sudah menunjukkan gejala sakit. Namun, entah bagaimana semua upacara pernikahan bisa selesai.

Keesokan paginya, pengantin pun dikatakan sudah berada di rumah bersama istrinya. Kemudian pada sore harinya, sebuah pesta pernikahan akbar digelar dan sejumlah besar penduduk desa hadir untuk makan malam.

Keesokan harinya, kondisi pengantin pria memburuk dan dia dilarikan ke pusat kesehatan pemerintah yang terletak di blok Paliganj. Dengan kondisinya yang tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, pengantin pria akhirnya dipindahkan ke All India Institute of Medical Sciences di Patna.

Tepat saat kendaraan mencapai gerbang rumah sakit, pengantin pria justru langsung roboh hingga akhirnya meninggal. Setelah kematiannya, anggota keluarga membawa jenazahnya ke rumah dan mengkremasi pengantin pria.

Namun, saat pemakaman tersebut, keluarga justru bungkam dan tidak memberi tahu otoritas kesehatan setempat. Mereka juga tidak melakukan tes untuk melihat apakah pengantin pria telah terinfeksi COVID-19.

Sementara itu, beberapa warga desa yang khawatir melaporkan masalah ini kepada pejabat setempat dan memberitahu tentang bagaimana pengantin pria yang datang dari Gurgaon mendadak tewas pasca pesta pernikahan.

Mendengar kesaksian warga, tim Departemen Kesehatan negara bagian segera bergegas ke lokasi dan mengumpulkan sampel dari 125 penduduk desa yang menghadiri pesta pernikahan. Tidak lama setelah itu, 15 dari mereka terbukti positif COVID-19.

Pada 20 Juni, otoritas kesehatan negara menambah 81 sampel dari daerah yang terkena dampak, dan 16 di antaranya dinyatakan terinfeksi virus.

"Mayoritas orang yang dites positif COVID-19 adalah mereka yang menghadiri pesta pernikahan," ucap pejabat kesehatan Dr Ramanujam seraya menambahkan bahwa situasi sedang dipantau secara ketat.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu