News

Sehari Jelang PPKM Level 4 Berakhir, Menko PMK: Patuhi Terus Kebijakan PPKM!

Menko PMK harap masyarakat tetap patuhi kebijakan PPKM meski tak diperpanjang


Sehari Jelang PPKM Level 4 Berakhir, Menko PMK: Patuhi Terus Kebijakan PPKM!
Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (kanan) (Istimewa)

AKURAT.CO  Sehari jelang berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 besok, Senin (2/7/2021), Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan masyarakat untuk disiplin tinggi terhadap aturan PPKM level 4.

Dengan kedisiplinan tinggi penularan virus di masyarakat akan semakin bisa dikendalikan. 

Hal itu disampaikan Mantan Mendikbud itu saat menyambut kedatangan vaksin Covid-19 tahap kedua di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (1/8/2021). 

"Saya ingin mengingatkan sekali lagi kepada semua pihak untuk terus mematuhi kebijakan PPKM yang dikeluarkan oleh pemerintah karena kebijakan tersebut adalah merupakan upaya untuk melindungi kita semua dan menekan laju penyebaran dan penularan Covid-19," kata Muhadjir sebagaiaman dikutip AKURAT.CO dari channel Youtube Sekretariat Presiden. 

Dia mengapresiasi kedatangan tahap 32 dan 33 vaksin di Indonesia hari ini. Dua jenis vaksin yang tiba di Indonesia itu merupakan vaksin merk Moderna asal Amerika Serikat dan merk Astrazeneca asal Inggris.

Adapun vaksin moderna berjumlah tiga juta lima ratus ribu dosis dan vaksin Astrazeneca berjumlah 620 ribu dosis. 

"(Kedatangan vaksin) Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras menghadirkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia," ungkapnya. 

Dia mengatakan, pemerintah juga terus berupaya mengamankan stok kebutuhan vaksin dalam negeri. Sehingga proses vaksinasi bisa terus ditingkatkan di seluruh wilayah hingga ke pelosok negeri.  

"Pemerintah memastikan bahwa stok vaksin sudah aman. Secara keseluruhan menjadi sekitar 178 juta dosis. Hal ini secara tidak langsung berarti telah mengamankan 440 juta dosis vaksin yang datang secara bertahap," katanya. 

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menepis keraguan masyarakat soal kehalalan vaksin yang diterima Indonesia, sehingga tidak menimbulkan resistensi baru di masyarakat. Karenanya, dia meminta masyarakat untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi. 

"Vaksin yang masuk dan beredar di Indonesia telah dipastikan aman, berkhasiat dan halal. Dengan demikian, warga masyarakat tidak perlu ragu untuk ikut melakukan vaksinasi," katanya. 

Tetapi, ia juga mengingatkan bahwa vaksinasi tidak bisa menjadi satu-satunya senjata perlindungan diri melawan pandemi Covid-19. Pasalnya hal ini juga harus diimbangin dengan protokol kesehatan (Prokes).[]