Olahraga

Segrup dengan Inggris, Timnas Amputasi Janji Bikin Kejutan  di Piala Dunia

Segrup dengan Inggris, Timnas Amputasi Janji Bikin Kejutan  di Piala Dunia
Tim Nasional Amputasi Indonesia menjalani latihan perdana jelang Piala Dunia 2022 di Lapangan Sports Club Serenia Mansion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (27/6). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Tim Nasional Amputasi Indonesia masuk ke dalam Grup C bersama dengan Inggris, Argentina, dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2022. Tim berjuluk Garuda INAF ini siap menjadi kuda hitam yang akan membuat kejutan.

Pelatih Timnas Amputasi Indonesia, Bayu Guntoro mengakui bahwa mereka tergabung dalam grup yang berat. Sebab, tiga penghuni lain di Grup C merupakan tim-tim yang berpengalaman di Piala Dunia Amputasi.

“Untuk lawan terberat, menurut saya Inggris. Mereka adalah tim yang berdiri sudah lumayan lama dan terprogram, bahkan Inggris punya sistem pembinaan usia dini di sepak bola amputasi mereka,” ketika dihubungi awak media pada Sabtu (30/7).

baca juga:

"Kami akan tetap berupaya untuk menjadi tim kuda hitam yang mengejutkan. Kami berlatih dengan sungguh-sungguh dan percaya diri. Kami akan mencoba membuat kejutan di Piala Dunia pertama bagi Indonesia di tahun ini."

Indonesia sendiri memang sebelumnya tak pernah berpartisipasi. Ini merupakan edisi perdana ada bendera Merah Putih yang akan berkibar di Piala Dunia Amputasi 2022, yang rencananya bergulir di Turki pada 1-9 Oktober mendatang.

Sementara lawan-lawannya, Inggris diketahui pernah sekali menjadi tuan rumah Piala Dunia Amputasi pada 1998 di Manchester lalu. Runner-up Piala Eropa Amputasi 2017 itu juga tercatat sudah tiga kali menduduki peringkat tiga selama keikutsertaannya.

Kemudian Argentina juga pernah mencicip satu kali berstatus sebagai penyelenggara alias tuan rumah. Pencapaian terbaik tim Tango-julukan Argentina-adah menjadi runner-up pada 2010 dan tempat ketiga pada 2012.

Sementara yang terakhir adalah AS, yang juga peserta langganan. Negeri Paman Sam ini telah menyelenggarakan Piala Dunia Amputasi sebanyak empat kali sejak 1984. Adapun pencapaian terbaiknya adalah menjadi runner-up pada edisi 1988.

Walau demikian, target Indonessia di Piala Dunia Amputasi 2022 ini cukup muluk-muluk. Garuda INAF bertekad untuk bisa memenuhi target pemerintah dan juga pribadi.

"Bismillah, kami optimis lolos grup. Menpora menargetkan kami lolos 10 besar, tapi saya pribadi tetap ingin maksimal, jadi juara," jelas Bayu.

Untuk mewujudkan target tersebut, kata Bayu, Timnas Amputasi membutuhkan dukungan penuh dalam berbagai hal, termasuk uji coba internasional. Diketahui, hingga kini Aditya dan kolega belum melakukan uji tanding karena keterbatasan anggaran.

"Kami butuh dukungan lebih terkait uji coba internasional agar kami bisa mengukur kekuatan sebelum berangkat ke Turki," terangnya.

"Insya Allah tanggal 27 September nanti tim berangkat ke Turki. TC masih ada sekitar dua bulan lagi. mungkin enggak ada libur ya, cuma saya mungkin buat program sebelum berangkat agar keluarga [pemain] bisa datang ke Jakarta."[]