News

Segera Terapkan PPKM Darurat, Anies: Persiapan Khusus Lebih ke Penanganan Pasien

Anies Baswedan mengaku Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal lebih fokus menangani pasien COVID-19 pada penerapan PPKM Darurat di Jakarta.


Segera Terapkan PPKM Darurat, Anies: Persiapan Khusus Lebih ke Penanganan Pasien
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal lebih fokus menangani pasien COVID-19 pada penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang akan segera diterapkan di Jakarta.

Hal ini disampaikan Anies menjawab pertanyaan mengenai persiapan pihaknya dalam menerapkan PPKM darurat yang saat ini sedang digodok Pemerintah Pusat. 

"Kita persiapan khusus artinya lebih pada persiapan untuk menangani pasien.Penanganan isolasi,"kata Anies di  Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Rabu  (30/6/2021).

Mengenai kebijakan pengetatan peraturan dalam  PPKM Darurat Anies Baswedan mengaku tidak ada yang disiapkan secara khusus.

Alasannya selama setahun setengah sejak pandemi pertama kali masuk Jakarta, masyarakat DKI sudah terbiasa dengan berbagai pengetatan peraturan, Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat hingga PSBB transisi kemudian beralih ke PPKM Mikro.

"Tapi kalau soal kebijakan udah lebih dari setahun ini kita terbiasa untuk melakukan pendisiplinan," ucapnya.

COVID-19 kembali bergejolak sepanjang Juni 2021 ini,  ledakan corona gelombang kedua ini jauh lebih parah dari sebelumnya, kasus harian wabah mematikan itu terus meroket  setiap harinya dengan jumlah pasien yang  bergerak dari 3 ribu orang per hari dan kini sudah sampai  pada 9 ribu per hari.

Imbasnya, 140 rumah sakit rujukan di DKI nyaris kolaps dengan presentasi keterisian sudah lebih dari 90 persen, bahkan sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah dinyatakan penuh dan pasien  bahkan dirawat di tenda-tenda darurat dan selasar rumah sakit.

Tidak hanya, lonjakan pasien ini juga membuat tenaga kesehatan mulai keteteran, Anies  Baswedan bahkan sampai mencari tenaga  kesehatan dari luar Jakarta, beberapa hari lalu dia meminta  bantuan ke Provinsi Banten.

Namun ditolak sebab mereka juga sedang kekurangan tenaga kesehatan, untuk itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melatih sejumlah relawan untuk melakukan penanganan COVID-19 di Ibu Kota.

Selain itu sejumlah pegawai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain juga dilibatkan membantu tenaga kesehatan, mereka mengerjakan hal-hal yang bersifat non medis, seperti membungkus obat, mengangkut tabung oksigen hingga mengurus jenazah pasien COVID-19.[]