Olahraga

Seedorf Sebut Eropa Batasi Peluang Pelatih Kulit Hitam

Seedorf Sebut Eropa Batasi Peluang Pelatih Kulit Hitam
Clarence Seedorf (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Menjelang pertandingan Derbi Milan di pekan ke-23 Liga Serie A Italia 2020-2021, Minggu (21/2) malam, mantan pemain di kedua klub yang bertanding, Clarence Seedorf, bicara tentang masa lalunya baik di Inter Milan dan AC Milan.

Di AC Milan, Seedorf adalah bagian dari kejayaan era 2000-an di mana tim tersebut meraih dua gelar Liga Serie A (2003-2004 dan 2010-2011) dan dua Liga Champions (2002-2003 dan 2006-2007).

Namun, Seedorf punya tekanan yang lain setelah ia kembali ke AC Milan sebagai pelatih pada periode Januari–Juni 2014. Setelah itu, pria berkebangsaan Belanda itu mengaku jarang mendapat tawaran untuk melatih bukan saja karena kegagalannya di Milan, tapi juga karena ia berkulit hitam.

baca juga:

“Sejak saat itu (selepas dari Milan), saya mendapatkan sangat sedikit tawaran dari Italia, Belanda, dan di Eropa. Kita tahu kenapa… berapa banyak orang kulit hitam yang bisa memegang posisi paling berkuasa di sini (Italia)?” kata Seedorf sebagaimana dipetik dari La Gazetta Dello Sport.

“Saya bermain 12 tahun di Italia. Setelah Milan, sekalipun saya melakukan pekerjaan yang bagus, saya tidak menerima kontak (penawaran).”

Ketika itu, Seedorf masuk menggantikan Massimiliano Allegri dalam posisi Milan berada di posisi kesebelas klasemen Serie A. Sampai akhir musim, Seedorf hanya bisa membawa Rossoneri–julukan Milan–ke posisi kedelapan klasemen dan posisinya digantikan oleh bekas rekan setimnya, Filipo Inzaghi, musim depan.

“Penyesalan saya adalah saya sepakat dengan Milan untuk mulai Juni (2014). Saya menerima lebih awal (Januari 2014) dan saya tidak bisa berlanjut setelah musim berakhir,” kata Seedorf.

“Saya menerima tawaran lain untuk membuktikan kepantasan saya. Saya harus mengambil risiko karena saya belum mendapatkan banyak peluang dan kita tahu apa sebabnya.”

Setelah melatih Milan, pria berusia 44 tahun tersebut hijrah ke klub Liga Super China, Shenzen, pada 2016, mampir ke klub Spanyol, Deportivo La Coruna, pada 2018, dan berakhir di Tim Nasional Kamerun pada 2018-2019.

Seedorf juga menyoroti bagaimana sepakbola negara asalnya, Belanda, memperlakukannya. Padahal, di adalah pemain yang membawa Ajax Amsterdam menjuarai Liga Champions 1994-1995 juga bermain untuk Timnas Belanda dalam periode 1994-2008.

“Belanda adalah negara saya, sekali lagi, tak ada kontak. Apa kriteria pemilihannya? Mengapa para juara besar tidak mendapat kesempatan di Eropa di mana mereka menuliskan halaman dalam sejarah sepakbola?” tanya Seedorf.

“Mengapa (Patrick) Vieira harus ke (melatih di) New York dan (Thierry) Henry ke Kanada? Untuk kepelatihan tidak ada kesetaraan. Jika kita melihat jumlah, tidak ada orang kulit hitam di posisi terkuat dalam sepakbola.”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu