Lifestyle

Padahal Bisa Jadi Pahlawan, Anak Muda Malah Ogah Donor Darah

Jumlah pendonor darah menentukan tingkat solidaritas. Namun, kaum muda yang menjunjung tinggi solidaritas justrulebih sedikit yang mau mendonorkan darah


Padahal Bisa Jadi Pahlawan, Anak Muda Malah Ogah Donor Darah
Warga melakukan donor darah di PMI DKI Jakarta di kawasan Kramat, Jakarta, Senin (26/4/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Jumlah pendonor darah bisa menentukan tingkat solidaritas dalam suatu negara atau provinsi. Namun sayangnya, kaum muda yang dikenal dengan solidaritas yang tinggi, justru sangat sedikit yang mau mendonorkan darahnya.

Hal ini dikatakan Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PMI DKI Jakarta, Arya Sandhiyudha, saat melakukan siaran langsung Instagram dengan tim Akurat.co

"Kita bisa melihat tingkat solidaritas suatu negara atau setingkat provinsi, dengan melihat berapa banyak jumlah pendonor dan apakah kantong darah dari pendonor mampu memenuhi kebutuhan," ujar Arya Sandhiyudha di Instagram, pada Rabu, (15/9).

Arya memaparkan bahwa pada Juli 2021, dari kebutuhan kantong darah sebanyak 57 ribu, PMI DKI Jakarta hanya bisa memenuhi 24 ribu kantong darah. Angka ini belum mencapai setengah kebutuhan pada Juli 2021 saja.

Melihat belum terpenuhinya jumlah kebutuhan kantong darah, Arya menyayangkan bahwa banyak anak muda yang belum melakukan donor darah. Padahal, pertumbuh anak muda di DKI Jakarta cukup tinggi dan sekali lagi, anak muda dikenal memiliki solidaritas yang tinggi.

"Sayangnya, jumlah pendonor dari anak muda atau millenials justru sedikit. Kalau kita lihat, justru yang banyak mendonor adalah orang tua dengan usia 40 tahun hingga 50 tahun ke atas," katanya.

Padahal, menurut Arya, apabila ada anak muda yang mau mendonorkan darah, kesempatan menjadi pahlawan kemanusian tanpa harus berperang akan lebih besar.

"Sebenarnya di Indonesia ada dua cara untuk mendapatkan gelar pahlawan, yakni dengan cara berperang atau mendonorkan darah sebanyak 100 kantong," ucapnya.

"Di kita (PMI), apabila ada yang menyumbang 100 kantong darah bakal mendapat gelar pahlawan tanpa harus berperang, karena melakukan kegiatan kemanusian yakni mendonor darah," sambungnya.

Arya menambahkan, apabila yang mendonor diatas 40 atau 50 tahunan, kemungkinan pendonor dengan umur ini tidak bisa mendapatkan gelar pahlawan karena hanya punya waktu 10 tahun lagi untuk melakukan kegiatan donor darah.

Oleh karena itu, Arya mengajak anak muda melakukan kegiatan donor darah di kantor-kantor PMI terdekat terutama saat HUT PMI Ke-76 pada 17 September nanti.

"Sebab, kesempatan anak muda lebih panjang agar bisa mendonor sebanyak 100 kantung darah," imbuhnya.[]