News

Sedih, Nyanyian Gugur Bunga Iringi Kepergian Seorang Perawat RSUP Dr Sardjito

Jenazah pada video adalah seorang perawat RSUP Dr Sardjito bernama Sri Rejeki Handayaningsih (53)


Sedih, Nyanyian Gugur Bunga Iringi Kepergian Seorang Perawat RSUP Dr Sardjito
RSUP Dr Sardjito (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Sebuah video menampilkan prosesi pemberangkatan jenazah diiringi nyanyian Gugur Bunga beredar di media sosial. Belakangan, diketahui jenazah tersebut merupakan salah seorang perawat di RSUP Dr Sardjito yang meninggal tak lama setelah terpapar COVID-19.

Tampak pada video berdurasi 1 menit 48 detik itu bagaimana para petugas dengan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap memasukan peti jenazah ke dalam sebuah mobil ambulans. Sementara tenaga kesehatan (nakes) lain terlihat mengiringi dengan lantunan Gugur Bunga.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan jika lokasi pengambilan gambar pada video itu adalah di RSUP Dr Sardjito. 

Menurut Banu, jenazah pada video adalah seorang perawat RSUP Dr Sardjito bernama Sri Rejeki Handayaningsih (53). 

Sedih, Nyanyian Gugur Bunga Iringi Kepergian Seorang Perawat RSUP Dr Sardjito - Foto 1
Perawat RSUP Dr Sardjito Kabar duka perawat RSUP Dr Sardjito bernama Sri Rejeki Handayaningsih meninggal akibat COVID-19 RSUP Dr Sardjito

"Kemarin memang sempat dirawat karena COVID-19. Ada komorbid (penyakit penyerta)," kata Banu saat dikontak, Jumat (25/6/2021).

Almarhum selama ini bertugas di kamar bedah sebagai operator instrumen bedah. Tiga hari sebelumnya suami mendiang meninggal usai terpapar COVID-19. 

Sementara nyanyian Gugur Bunga spontan dinyanyikan para nakes dan keluarga mendiang sebagai suatu wujud penghormatan.

"Ndilalah (kebetulan) banyak pasien dan pengunjung ikut melepas kepergian jenazah dengan ikut menyanyikan Gugur Bunga, do nangis kabeh (pada nangis semua)," katanya.

Baca Juga: Nakes Hamil Meninggal karena Covid-19 di Bekasi, Sang Suami Menangis Haru

Pihaknya memastikan, protokol kesehatan ketat diterapkan selama proses pemberangkatan jenazah ini.

"Sebetulanya tidak pesan khusus (dari video itu). Bahwa kami tenaga kesehatan punya risiko sangat tinggi tertular COVID-19. Ini membagikan cambuk kita bersama bahwa perjuangan harus dilanjutkan walaupun risiko sampai meninggal dunia sendiri," pungkasnya.

Kata Banu, jenazah almarhum rencannya dimakamkan pada hari ini juga di Kota Yogyakarta.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co