Ekonomi

Sederet Tantangan Hantui Peningkatan Jumlah Pengusaha di Tanah Air!

terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia


Sederet Tantangan Hantui Peningkatan Jumlah Pengusaha di Tanah Air!
Ilustrasi - Entrepreneur pengusaha (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengakui terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia. Ia mengatakan, berdasarkan data statistik, jumlah pengusaha di Indonesia hanya 3,4 persen.

Dibandingkan Malaysia dan Singapura, Indonesia jauh tertinggal dari sisi jumlah pengusaha.

"Malaysia berada di level 5 persen dan Singapura 6 persen. Sedangkan, untuk menjadi suatu negara yang maju, dibutuhkan 12 persen pengusaha dari jumlah penduduk. Kita jauh ketinggalan dari negara tetangga yang jumlah penduduknya lebih kecil dari Indonesia," ujar Maming usai melantik pengurus BPD HIPMI Papua masa bakti 2021-2024, di Mayo Privat Resort Holtekamp, Kota Jayapura, Papua.

Jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa, semestinya, kata Maming, menjadi potensi yang hebat untuk meningkatkan jumlah pengusaha, terlebih Indonesia akan mendapatkan era bonus demografi pada 2030 dimana anak muda lebih banyak dibandingkan orangtua.

"Inilah yang menjadi kesempatan kita, sehingga saya meminta kepada anak muda untuk menjadi pengusaha, tapi juga harus ikut di politik, karena untuk melahirkan regulasi oleh legislatif yang bisa pro kepada anak muda dan entrepreneur, sehingga menyambut bonus demografi, regulasinya sudah dirasakan," ucapnya.

Ia menyebut, HIPMI adalah organisasi kader yang merangkul anak muda dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Melalui program Go to Campus, Go to School dan Go to Pesantren, HIPMI mendoktrin mereka untuk menjadi pengusaha.

"Kita mendoktrin mereka setelah lulus kuliah atau lulus SMA jangan berpikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS), kalau semua anak muda berpikir seperti itu, lama-lama negara ini akan bangkrut. Makanya, kita doktrin mereka menjadi pengusaha," ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan meningkatkan jumlah pengusaha, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu mendorong agar para pengusaha khususnya di daerah menjadi jembatan investasi. Ia berharap, pengurus baru menjadi jembatan untuk investasi khususnya di Papua.

"Menteri Investasi/BKPM RI Bapak Bahlil Lahadalia dianggap sebagai perwakilan Papua dan juga beberapa menteri di Kabinet Joko Widodo dan Ma’ruf Amin saat ini yang merupakan kader HIPMI diharapkan dapat berkomunikasi dengan HIPMI Pusat. Mudah-mudahan hubungan antar kekeluargaan HIPMI ini banyak yang bisa diinvestasikan di Papua, karena wilayah ini terkenal dengan sumber daya alamnya," tuturnya.