Ekonomi

Sederet Catatan Indef Soal Pembangunan Silicon Valley Ala Indonesia

Indef berikan beberapa catatan untuk pemerintah jika ingin membangun Silicon Valley ala Indonesia atau Bukit Alogoritma di Sukabumi


Sederet Catatan Indef Soal Pembangunan Silicon Valley Ala Indonesia
Apple Park, markas perusahaan Apple Inc. di kawasan California, Amerika Serikat (istockphoto.com)

AKURAT.CO, Direktur Program Indef Esther Sri Astuti memberikan beberapa catatan yang harus diperhatikan pemerintah sebelum membangun Silicon Valley ala Indonesia yang bernama Bukit Algoritma di Sukabumi.

Menurutnya, jika Silicon Valley di Sukabumi diarahkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dampak positif salah satunya akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Namun dengan catatan bahwa kualitas sumber daya manusia harus sesuai dengan pasar tenaga kerja yang dibutuhkan industri di KEK tersebut.

Dampak lain yaitu bisa menarik investasi terutama pada pengembangan teknologi, meningkatkan kompetisi dan inovasi input output produksi dan terakhir kemudahan sharing knowledge dan masifnya inovasi.

Adapun catatan yang diberikan Esther untuk mewujudkan peluang High Tech Zone sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yang mampu mendongkrak ekonomi, yakni diperlukan adanya struktur ekologi dan daya platform yang mendukung adanya kolaborasi antara industry, university, dan research.

Selanjutnya diperlukan adanya peningkatan skala informasi dan kecepatan pertukaran inovasi dengan dukungan struktur jaringan yang memadai. Sehingga apabila ada kolaborasi yang bagus antara industry, university dan kolaborasi, serta didukung inovasi yang sempurna maka investor akan lebih cepat masuk ke Bukit Alogoritma di Sukabumi itu untuk nantinya mendirikan berbagai industri.

"Kemudian regulasi, saya katakan sangat penting, karena kalau regulasi menghambat jangan harap banyak investor masuk. Tapi  jika regulasi bisa dicreate sehingga bisnis bisa masuk ke KEK lebih mudah dan mereka diuntungkan dengan bangun pabrik disana, maka saya rasa akan lebih mudah pula untuk menarik investor," tuturnya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (15/4/2021).

Ia pun menegaskan kembali bahwa kualitas tenaga kerja yang dimiliki harus sesuai dengan industri yang ada disana. Sehingga, diperlukan adanya investasi pada pendidikan, pelatihan dan pengembangan keterampilan.

Esther menambahkan, pembangunan Silicon Valley juga membutuhkan lembaga yang bisa mendorong investor untuk mendapatkan modal lebih besar dengan mudah dan tentunya paket kebijakan investasi yang juga harus disertai perbaikan iklim investasi.

"Kalau ini semua bisa dicreate maka adanya pembangunan Silicon Valley di Indonesia yang ada di Sukabumi itu akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia," tegasnya.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu