Rahmah

Sedang Salat Tapi Kok Ingin Buang Angin Bagaimana Solusinya? Ini Penjelasan MUI

Bagaimana ketika kita sedang salat di saf paling depan tiba-tiba ingin kentut?


Sedang Salat Tapi Kok Ingin Buang Angin Bagaimana Solusinya? Ini Penjelasan MUI
Ilustrasi Salat (pinterest.com)

AKURAT.CO Salah satu hal yang dapat menyebabkan batalnya salat adalah membuang kentut. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga kesempurnaan salat agar diterima oleh Allah SWT.

Namun terkadang, ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibadah salat menjadi tidak khusuk. Seperti pada saat menahan kentut. 

Lantas bagaimana ketika kita sedang salat di saf paling depan tiba-tiba ingin kentut?

baca juga:

Dilansir dari laman resmi MUI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi penjelasan atas permasalahan tersebut. MUI mengeluarkan pendapat bahwa boleh seseorang meninggalkan saf melewati depan saf kedua untuk memperbaharui wudunya karena hal tersebut adalah sesuatu yang mendesak (darurat).

Sebagaimana sebuah Hadits dari Riwayat Bukhari dan Muslim, ini lafaz Bukhari, bahwa Abdullah bin Abbas, ia berkata, “Pada suatu hari aku datang dengan mengendarai keledai, pada waktu itu aku sudah dewasa. Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sedang salat bersama para sahabat di Mina tanpa ada dinding di depannya (sebagai penghalang). Kemudian aku lewat di depan sebagian saf mereka. Lalu, aku turun dan aku biarkan keledai makan, kemudian aku masuk ke dalam saf dan tidak ada satu pun yang mengingkari perbuatanku tadi.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, ini lafaz Bukhari).

Dari keterangan Hadist di ata, bahwasanya boleh lewat di depan saf makmum yang sedang salat berjamaah. Sebab Nabi SAW dan para sahabatnya tidak menegur Ibnu Abbas atas apa yang telah dilakukannya.

Meskipun demikian, umat Islam juga harus memperhatikan kesempurnaan salat, yakni hendaknya dilakukan jika memang ada keperluan mendesak agar tidak mengganggu orang yang sedang salat tanpa ada keperluan atau alasan kuat. 

Terkait dengan kesempurnaan salat, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Ankabut ayat 45:

 وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ ‌ؕ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِ‌ؕ وَلَذِكۡرُ اللّٰهِ اَكۡبَرُ ‌ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُوۡنَ

Utlu maaa uuhiya ilaika mional Kitaabi wa aqimis Salaata innas Salaata tanhaa 'anil fahshaaa'i wal munkar; wa lazikrul laahi akbar; wal laahu ya'lamu maa tasna'uun

Artinya: "Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". Wallahu A'lam Bishawab. []