News

Sedang Mewabah, Kasus Cacar Monyet Sedang Diselidiki di Eropa, AS, Kanada, hingga Australia

Beberapa kasus baru dari penyakit langka tersebut telah dilaporkan di Prancis, Italia, Swedia, dan Australia


Sedang Mewabah, Kasus Cacar Monyet Sedang Diselidiki di Eropa, AS, Kanada, hingga Australia
Gejala cacar monyet termasuk ruam, demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan dan kelelahan (Getty Images via BBC)

AKURAT.CO, Kasus monkeypox atau cacar monyet kini tengah berada dalam peyelidikan di beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia dan Inggris.

Diketahui, beberapa kasus baru dari penyakit langka tersebut telah dilaporkan di Prancis, Italia, Swedia, dan Australia.

Laporan itu mengikuti kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di AS, Spanyol dan Portugal pada hari Rabu (18/5), serta penyelidikan 13 kasus yang dicurigai di Kanada.

baca juga:

Mengutip BBC, cacar monyet paling sering terjadi di daerah terpencil di Afrika Tengah dan Barat. Kasus penyakit di luar wilayah itu pun sering dikaitkan dengan riwayat perjalanan ke area-area tersebut.

Cacar monyet tergolong infeksi virus langka yang biasanya ringan dan kebanyakan orang sembuh dalam beberapa minggu, menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris. Penyakit ini bisa menyebar dari penanganan daging hewan liar, gigitan atau cakaran hewan, cairan tubuh, benda yang terkontaminasi, atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. 

Namun, virus penyebab penyakit itu, MPXV,  tidak menular dengan mudah di antara orang-orang dan risiko terhadap masyarakat luas dikatakan sangat rendah.

Kasus pertama dari wabah terbaru penyakit ini dilaporkan di Inggris pada 7 Mei. Pasien yang terinfeksi itu, diketahui baru saja melakukan perjalanan ke Nigeria, di mana mereka diyakini telah tertular virus sebelum bepergian ke Inggris.

Sekarang, setidaknya sudah ada sembilan kasus yang dikonfirmasi di Inggris. Sumber infeksi ini belum dikonfirmasi tetapi kasus tampaknya 'didapat secara lokal', kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada Jumat, giliran Australia yang melaporkan kasus dugaan pertamanya. Adapun kasus dikatakan terjadi pada seorang pria yang jatuh sakit setelah kembali dari perjalanan di Eropa.

Di Eropa, sementara itu, pada hari Kamis mengkonfirmasi satu kasus di Swedia serta satu lainnya di Italia. Di Prancis, satu kasus yang dicurigai juga telah dilaporkan.  

Pihak berwenang Swedia mengatakan bahwa pihaknya tidak yakin bagaimana individu tersebut tertular virus. Sementara di Italia, media lokal melaporkan bahwa individu yang terinfeksi memiliki riwayat perjalanan dari Kepulauan Canaria, sebuah daerah otonom Spanyol, dengan wilayah berada di sebelah barat laut pesisir Afrika.

Sebelumnya pada hari Rabu, Portugal mengkonfirmasi lima kasus. Hari yang sama, tujuh kasus dilaporkan di Spanyol.

Di Amerika Utara, otoritas kesehatan di negara bagian Massachusetts juga mengkonfirmasi seorang pria yang telah terinfeksi cacar monyet. Pasien itu dikatakan baru saja melakukan perjalanan ke Kanada, di mana media lokal  disana melaporkan 13 kasus dugaan cacar monyet. Kasus-kasus dugaan di Kanada kini juga sedang diselidiki oleh  otoritas setempat.

Menurut pejabat kesehatan AS, pasien itu telah dirawat di rumah sakit, dan berada dalam 'kondisi baik' dan 'tidak menimbulkan risiko bagi publik'.

Meskipun tidak ada vaksin yang disetujui untuk cacar monyet di Eropa, otoritas kesehatan Spanyol dilaporkan telah membeli ribuan vaksin cacar untuk mengatasi wabah tersebut. Virus cacar monyet masuk di anggota keluarga virus yang sama dengan cacar. []