Tech

Sedang Geger, Nikuba Diklaim Bisa Ubah Air Jadi Bahan Bakar Kendaraan

Alat ini diklaim dapat mengubah fungsi air jadi BBM.


Sedang Geger, Nikuba Diklaim Bisa Ubah Air Jadi Bahan Bakar Kendaraan
Aryanto Misel, penemu Nikuba, alat inventor Nikuba, yang diklaim dapat mengubah fungsi air menjadi BBM untuk kendaraan bermotor. (Instagram/Nikubahidrogen)

AKURAT.CO Belakangan ini publik digegerkan dengan alat bernama Nikuba. Alat ini diklaim dapat mengubah fungsi air menjadi BBM untuk kendaraan sepeda motor yang ditunggangi oleh TNI.

Nikuba sendiri singkat dari Niku Banyu. Alat ini ditemukan warga Lemahabang Wetan, Kecamatan Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat bernama Aryanto Misel.

Cara kerja alat ini dinilai sangat sederhana. Di mana Nikuba hanya mengandalkan generator elektrolisis yang diklaim mampu mengubah air menjadi energi mesin motor atau mobil.

baca juga:

Alat ini akan memisahkan Hidrogen (H2) dengan Oksigen (O2) pada air (H2O) melalui proses elektrolisis. Kemudian, hidrogen yang sudah terpisah dari O2 akan masuk ke ruang pembakaran kendaraan sebagai bahan bakar pengganti BBM. Di sini, air yang digunakan harus bebas dari logam berat agar dapat menjalankan kendaraan bermotor.

Aryanto sendiri mengklaim hasil uji coba dari alat ini membuktikan bahwa hanya dengan 1 liter air yang telah dikonversi menjadi hidrogen lewat proses elektolisis, dapat menjalankan kendaraaan pulang-pergi dari Cirebon ke Semarang. Selain itu, kehadiran Nikuba menjadi viral di media sosial setelah alat ini dipakai di motor milik TNI. 

Di samping itu, menurut Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, teknologi yang dapat mengubah air menjadi hidrogen untuk bahan bakar kendaraan bermotor sebenarnya bukan teknologi baru. Teknologi ini sudah ada sejak lama.

Menurutnya, teknologi ini telah dikembangkan sejak tahun 1960-an. Selain itu, sudah banyak juga orang yang telah mengenal konsep elektrolisa air, yakni penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik yang melalui air tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa alat semacam Nikuba juga sudah banyak dijual di e-commerce. Termasuk dengan tutorial mengembangkan alat ini. 

Senada dengan Tri Yuswidjajanto, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arifin Nur juga menyebutkan bahwa proses elektrolisis air bukan hal baru. Di mana sudah banyak peneliti yang melakukan penelitian untuk menemukan sumber energi alternatif, tapi sampai saat ini belum berhasil membuat alat yang efisien.

Menurutnya, yang menjadi kendala terhadap penelitian ini adalah karena air merupakan salah satu unsur yang sangat stabil di muka bumi. Dengan begitu dibutuhkan energi yang lebih besar untuk bisa memecah molekul air tersebut. Sayangnya, yang sering terjadi adalah energi input selalu lebih besar dibandingkan dengan energi yang dihasilkan.