News

Sedang Bepergian dengan Ayah, Bocah Palestina 12 Tahun Ditembak Mati oleh Tentara Israel 

Bocah Palestina 12 Tahun itu tewas setelah dadanya terkena peluru tentara Israel.  


Sedang Bepergian dengan Ayah, Bocah Palestina 12 Tahun Ditembak Mati oleh Tentara Israel 
pasukan tentara Israel dilaporkan melepaskan tembakan ke arah mobil dan akhirnya mengenai dada Mohammed al-Alami (AFP )

AKURAT.CO  Seorang bocah Palestina yang terluka oleh tembakan tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki dilaporkan telah meninggal karena luka-lukanya.

Seperti diungkap oleh kementerian kesehatan Palestina pada Rabu (28/7), Mohammed al-Alami yang berusia 12 tahun meninggal di kota Beit Omar, di barat laut Hebron. Al-Alami tewas setelah dadanya terkena peluru tentara Israel.  

Wali Kota Beit Omar, Nasri Sabarneh mengatakan bahwa kasus bermula saat korban bepergian dengan mobil bersama ayah dan saudara perempuannya. Di tengah perjalanan, Mohammed meminta untuk berhenti di sebuah toko untuk membeli sesuatu. Ayah Al-Alami kemudian memutar balik mobilnya, tetapi pasukan Israel yang berada di dekatnya mulai berteriak. Saat itu, ayah Al-Alami diinstruksikan untuk berhenti. 

Tidak jelas apa yang terjadi setelah itu. Namun, menurut Sabarneh, pasukan tentara Israel langsung melepaskan tembakan ke arah mobil Al-Alami. Peluru itu kemudian mengenai dada Al-Alami. Sementara ayah dan saudara perempuan Al-Alami dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.

Sabarneh mengaku kenal dengan keluarga korban dan telah berbicara dengan ayah Al-Alami. Sementara militer Israel mengaku sedang menyelidiki insiden tersebut. 

Mengutip Al Jazeera, Al-Alami adalah pemuda Palestina kedua yang meninggal karena luka yang diderita oleh tembakan Israel dalam beberapa hari terakhir. 

Pada hari Sabtu (24/7) seorang warga Palestina berusia 17 tahun meninggal karena luka yang dia terima sehari sebelumnya. Pemuda itu bernama Mohammed Munir al-Tamimi, dan ia meninggal di rumah sakit sehari setelah kekerasan meletus di desa Beita, Palestina.

Diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, Beita menjadi titik panas perseteruan warga Palestina dengan pasukan Israel. Ini terjadi karena masalah pembangunan ilegal pos tentara Israel di Eviatar yang terletak di dekat Beita. Hinggga Jumat (23/7) ratusan warga Beita masih berkumpul dan memprotes pembangunan tersebut. Namun, saat itu, protes berujung pada bentrokan antara warga dan tentara Israel. Akibatnya, 320 warga Palestina terluka, seperti diungkap oleh organisasi Bulan Sabit Merah. 

Baca Juga: Ditembak di Kepala, Remaja Palestina Usia 16 Tahun Tewas

Sementara pada Selasa (27/7) malam lalu, seorang pria Palestina berusia 41 tahun ditembak mati di dekat Beita, kata kementerian kesehatan Palestina.[]